ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Michelle, Perempuan  Muda dan Berani itu, Telah Dibuat Pergi Selamanya

Kesan pertama saat melihat dia, adalah lincah, berani, penggerak, dan luwes. Ah, juga fashionable, modis.

1 September 2023
0
Michelle, Perempuan  Muda dan Berani itu, Telah Dibuat Pergi Selamanya

Michelle Kurisi Ndoga saat bersama dengan anak-anak Papua (foto: Ist/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Michelle Kurisi Ndoga, wanita muda yang adalah seorang aktivis Papua harus mengakhiri hidupnya di ujung moncong senjata Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Jayawijaya Papua Pengunungan, Senin 28 Agustus 2023.

 

ADVERTISEMENT

KKB menuding Michelle sebagai intelejen yang membantu TNI sebagai mata-mata pergerakan mereka di wilayah itu. Tudingan itu bertolak belakang dengan pekerjaan mulia yang dilakukan Michelle dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak-anak Papua yang selama ini masih terpinggirkan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

 

Baca Juga

Hidupkan Kembali Penerbangan Jila–Timika, Bandara Jila Diprioritaskan Pasang Starlink

Dua Polisi Terluka Saat Kericuhan Pengibaran Bintang Kejora di USTJ Jayapura

Berikut sedikit kisah Michelle dimata Anni Djou, Aktivis Perlindungan Anak di Jakarta dalam tulisan singkatnya yang diterima Koranpapua.id, 1 September 2023.

 

SUATU sore beberapa bulan lalu, seorang perempuan muda datang ke kantorku bersama seorang kawan aktifis. Mereka mengunjungi Lembaga kami karena tahu bahwa fokus perhatian kami adalah menghapuskan eksploitasi seksual pada anak.

Kesan pertama saat melihat dia, adalah lincah, berani, penggerak, dan luwes. Ah, juga fashionable, modis. Senyumnya yang lepas bebas dan ceria menghiasi wajahnya.

Namun saat bercerita tentang kondisi anak-anak di pedalaman Papua, senyum itu hilang, berubah menjadi tangis, dengan mata yang bernyala dan penuh semangat.

Sambil menahan isak, dia berkata terputus-putus: “Bagiku, yang penting adalah menyelamatkan anak-anak Papua dan juga perempuan Papua dari kehancuran. Aku akan berjuang untuk menunjukkan pada dunia bahwa anak-anak Papua perlu dibantu untuk keluar dari ketertinggalan, dan bahwa anak-anak Papua bisa menjadi pribadi-pribadi yang kuat, bisa berjuang untuk menata masa depan yang baik!”

Dia datang membawa data, beserta bukti-bukti foto dan video, mengangkat keprihatinannya akan fenomena anak-anak di Papua, yang sekarang ini giat menjual konten porno bikinan mereka sendiri, untuk mendapatkan uang.

Saya memberanikan diri melihat salah satu video dan shocked melihatnya, bukan hanya karena kegiatan yang sedang dilakukan oleh pasangan dalam video itu, tapi polosnya wajah-wajah  itu, dengan taksiran usia sekitar 13 -15 tahun. Dia bilang:” Bu, yang lebih parah lagi adalah fenomena ini sekarang digoreng ke arah politik”. 

Waaah… ini bahaya betul, bagaimana fenomena yang akan membuat anak-anak ini rusak seumur hidup malah digoreng ke unsur politis??  Tapi diskusi kami tidak berfokus pada isu politiknya melainkan isu anak dan perempuan.

Dengan caranya dia mengumpulkan fakta-fakta tentang anak Papua, yang mungkin oleh orang lain tidak atau belum dilihat secara serius, yakni kekerasan dan eksploitasi seksual on line.

Dulu, sebelum banyak HP dan lain-lain, masih hanya kelompok tertentu yang menjual diri, tetapi sekarang karena mudah sekali orang bikin konten, hanya dengan modal HP, foto atau bikin video pendek, langsung dapat uang 150 ribu, 200 ribu.

“ Banyak anak-anak kami yang melakukan itu dengan senang hati, katanya. Anak-anak itu ternyata gampang menemukan pembeli, bu. Sekali dapat, dia tinggal ajak lagi kawan lain, dia dapat lagi tambahan uang,“ jelas Michele.

Kami bersepakat akan membawa hal-hal ini ke forum yang lebih strategis, namun rencana itu belum terwujud, dia sudah pergi. Entah, siapa yang akan meneruskan upaya kemanusiaannya ini.

Pertikaian politik ini telah membawa kerugian yang sangat besar, mematikan energi kemanusiaan yang sesungguhnya. Dia sungguh memiliki energi perjuangan untuk nasip anak-anak Papua.

Entah, apakah para pelaku yang menghabisinya sungguh memiliki tekat untuk membangun manusia Papua seperti dia??  atau motivasi lain? Hanya Tuhan yang tahu. 

Selamat jalan Michele, perempuan pejuang. Usiamu yang pendek mungkin berbobot jauh lebih banyak daripada orang berusia panjang yang hidupnya tanpa isi. Kau telah mengisi hidupmu dengan perjuangan bagi kemanusiaan.

Mungkin perjuanganmu belum menunjukkan hasil di dunia, tapi pasti, Tuhan melihat niat dan semangatmu. Itu adalah persembahan yang sejati untukNya. Damai di surga, Michelle sang pejuang! Semoga keluarga diberi kekuatan. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hidupkan Kembali Penerbangan Jila–Timika, Bandara Jila Diprioritaskan Pasang Starlink

Hidupkan Kembali Penerbangan Jila–Timika, Bandara Jila Diprioritaskan Pasang Starlink

30 September 2026
Bendera Bintang Kejora Dikibarkan di USTJ, Aksinya Terekam Video

Dua Polisi Terluka Saat Kericuhan Pengibaran Bintang Kejora di USTJ Jayapura

30 September 2026
Bendera Bintang Kejora Dikibarkan di USTJ, Aksinya Terekam Video

Bendera Bintang Kejora Dikibarkan di USTJ, Aksinya Terekam Video

30 September 2026
Wakil Ketua I DPRK Mimika Minta Dana Otsus Tak Berhenti pada Penyerapan Anggaran

Wakil Ketua I DPRK Mimika Minta Dana Otsus Tak Berhenti pada Penyerapan Anggaran

30 September 2026
KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

30 September 2026
Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

30 September 2026

POPULER

  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • 199 Kasus Baru HIV-AIDS Ditemukan di Mimika, 134 Penderita Usia 15-34 Tahun

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Freeport Serahkan Bantuan 520 Kg Bama untuk Korban Banjir dan Longsor di Baluni dan Jagamin

Freeport Serahkan Bantuan 520 Kg Bama untuk Korban Banjir dan Longsor di Baluni dan Jagamin

Kader Golkar dan Simpatisan Eltinus Omaleng Padati Terminal Mozes Kilangin

Kader Golkar dan Simpatisan Eltinus Omaleng Padati Terminal Mozes Kilangin

Ribuan Simpatisan EO Penuh Sesak di Bandara Mozes Kilangin, Konvoi Kendaraan Sepanjang Tiga KM

Ribuan Simpatisan EO Penuh Sesak di Bandara Mozes Kilangin, Konvoi Kendaraan Sepanjang Tiga KM

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id