TIMIKA, Koranpapua.id – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Mimika, Abraham Kateyau, meminta pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak berhenti pada pemberian bantuan modal.
Pengurus harus mendapat pendampingan berkelanjutan agar mampu mengembangkan potensi kampung menjadi usaha produktif.
Menurut Abraham, Mimika memiliki beragam potensi lokal yang bisa dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, perikanan hingga perdagangan. Potensi tersebut perlu dikelola agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Barang-barang di kampung seperti udang, kerang, kepiting dan lain sebagainya, kalau kita tidak manfaatkan, sayang sekali. Tuhan sudah memberikan sumber daya kepada kita di kampung masing-masing,” kata Abraham.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka sosialisasi pembinaan dan pemberdayaan BUMDes serta lembaga kerja sama antarkampung di salah satu hotel di Timika, Jumat 16 Oktober 2026.
Dia menilai masyarakat kampung harus memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha di wilayahnya sendiri. Usaha seperti kios dan penjualan bahan bakar minyak (BBM), misalnya, dapat dikelola melalui BUMDes sesuai kebutuhan masyarakat.
Namun, pengembangan usaha membutuhkan perencanaan yang matang dan pengelolaan keuangan yang baik. Bantuan modal juga harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab agar usaha dapat terus berjalan.
“Kalau tahun ini dikelola dengan baik, tahun depan bisa ada dukungan lagi. Jadi, keuangan harus diatur dengan baik karena itu penting untuk kelanjutan usaha,” ujarnya.
Abraham juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat (DPMKA) Mimika tidak membatasi pembinaan melalui sosialisasi semata. Pendampingan harus dilanjutkan dengan pelatihan teknis, pemantauan, dan evaluasi langsung di lapangan.
Menurut dia, pengurus BUMDes perlu dibekali kemampuan menjalankan usaha, mengelola keuangan, dan mengembangkan pasar. Dengan begitu, mereka tidak dibiarkan berjalan sendiri setelah menerima bantuan.
“Jangan kita berhenti pada kegiatan hari ini saja. Kita beri semangat dan bantuan, tetapi setelah itu pendampingannya putus. Itu tidak boleh,” tegasnya.
Sosialisasi yang diselenggarakan DPMKA Mimika ini diikuti perwakilan pengurus BUMDes dan Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) dari sejumlah kampung di Mimika.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pengurus dalam mengelola badan usaha secara profesional. Materi yang menjadi perhatian meliputi legalitas kelembagaan, penyusunan rencana bisnis, tata kelola keuangan, dan pelaporan yang transparan.
Selain itu, BUMDes didorong membangun kerja sama antarkampung untuk mengembangkan komoditas unggulan lokal. Pengelolaan yang baik diharapkan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan asli kampung. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







