JAYAPURA, Koranpapua.id – Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) dibekali pengetahuan tentang teknologi pertambangan modern, pengelolaan risiko, dan hubungan sosial melalui program Eksekutif Mengajar PT Freeport Indonesia (PTFI).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung Sains dan Kemitraan PTFI-UNCEN, Jayapura, Selasa 15 Oktober 2026 menghadirkan dua eksekutif Freeport untuk berbagi pengalaman langsung mengenai tantangan industri pertambangan.
Senior Vice President Operations Maintenance PTFI, Ayep Dirmawan, menjelaskan bahwa industri tambang modern membutuhkan tenaga profesional yang mampu memanfaatkan teknologi dan data untuk mengantisipasi gangguan operasional.
Menurut dia, pemeliharaan peralatan tidak lagi hanya dilakukan setelah terjadi kerusakan, tetapi juga melalui analisis untuk memprediksi potensi gangguan sejak dini.
Di sisi lain, Vice President Community Relations PTFI, Engel Enoch, menekankan pentingnya membangun kepercayaan dan hubungan baik dengan masyarakat.
Menurutnya, keberlangsungan industri pertambangan tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kemampuan memahami keberagaman sosial dan budaya.
Mahasiswa Teknik Pertambangan UNCEN, Isabella Waicang, menilai program tersebut membantu mahasiswa memahami penerapan teori yang dipelajari di kampus dalam menghadapi persoalan nyata di industri.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNCEN, Septinus Saa, menyambut positif program tersebut. Kolaborasi ini diharapkan memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Program Eksekutif Mengajar pertama kali digelar di UNCEN pada 29 April 2026. Melalui program ini, Freeport dan UNCEN melanjutkan upaya menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik industri untuk memperkuat kompetensi generasi muda Papua. (Redaksi)








