TIMIKA, Koranpapua.id – Sebanyak 199 kasus baru HIV-AIDS ditemukan di Kabupaten Mimika sepanjang Januari hingga Juni 2026, dengan 134 penderita di antaranya berada pada kelompok usia produktif 15-34 tahun.
Kasus tersebut terungkap setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika melakukan pemeriksaan terhadap 33.431 warga.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, mengatakan dari 199 kasus yang ditemukan, sebanyak 96 orang terinfeksi HIV, sedangkan 103 lainnya telah memasuki fase AIDS.
Berdasarkan jenis kelamin, penderita laki-laki tercatat sebanyak 109 orang dan perempuan 90 orang.
Kamaludin mengatakan sebagian besar kasus berada pada kelompok usia produktif. Namun, Dinkes Mimika belum memetakan secara rinci latar belakang pekerjaan maupun status pendidikan para penderita.
“Penularannya macam-macam. Ada pelanggan, hubungan seksual, pekerja. Sebagian besar dari hubungan seksual yang berisiko,” kata Kamaludin saat diwawancarai, Senin 28 September 2026.
Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari target skrining HIV-AIDS Dinkes Mimika sebanyak 39.944 orang sepanjang 2026. Hingga Juni, sebanyak 33.431 orang telah menjalani pemeriksaan.
Skrining tidak hanya menyasar kelompok yang memiliki risiko tinggi, tetapi juga diperluas kepada masyarakat umum untuk mendeteksi kasus lebih dini.
Di tingkat layanan dasar, puskesmas secara berkala memberikan edukasi mengenai pencegahan HIV, mulai dari cara penularan hingga langkah untuk mengurangi risiko.
Dinkes Mimika juga mendistribusikan kondom dan menyediakan obat pencegahan HIV melalui metode pre-exposure prophylaxis (PrEP) bagi kelompok rentan yang memenuhi persyaratan medis.
Kamaludin mengatakan pemeriksaan rutin juga dilakukan terhadap kelompok yang berpotensi mengalami penularan melalui hubungan seksual berisiko, termasuk pekerja seks, pelanggan, hingga pasangan pelanggan.
“Selain pelaku seks komersial ini berisiko juga untuk pelanggannya terus pasangan pelanggannya. Jadi pemeriksaan rutin dilakukan. Misalnya lokalisasi itu dilakukan Puskesmas Wania. Kemudian bar, timung, kami juga menjangkau mereka,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










