TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika didesak segera membagikan masker kepada masyarakat menyusul kabut asap yang menyelimuti Timika dalam beberapa hari terakhir.
Anggota DPRK Mimika fraksi Golkar, Mariunus Tandiseno, mengatakan pembagian masker diperlukan agar masyarakat, terutama pelajar, terlindungi saat beraktivitas di luar rumah.
“Jadi harapan kita itu, harusnya Dinas Kesehatan harus turun tangan dengan membawa (bantuan) ke masyarakat, supaya setiap keluar rumah harus pakai masker,” ujar Mariunus kepada wartawan di Kantor DPRK Mimika, Senin 28 September 2026.
Menurut dia, pemerintah tidak cukup hanya mengeluarkan imbauan. Edukasi dan pembagian masker perlu dilakukan langsung kepada masyarakat, termasuk ke sekolah-sekolah.
“Lebih baiknya dinas terkait harus memberikan edukasi kepada masyarakat supaya kalau keluar, kalau bisa memakai masker. Ya, bukan hanya himbauan,” katanya.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan menyasar sekolah karena siswa termasuk kelompok yang tetap beraktivitas di luar ruangan setiap hari.
“Ya, siswa-siswi di sekolah-sekolah, mereka harus gencar ke situ atau mereka langsung bawa ke sekolah-sekolah maskernya,” ujar Mariunus.
Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika, kabut asap di Timika dipengaruhi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Papua Selatan, terutama Kabupaten Merauke.
Kepekatan asap juga menyebabkan jarak pandang turun hingga di bawah 2 kilometer. Kondisi ini terutama perlu diwaspadai pada pagi hari karena dapat mengganggu aktivitas penerbangan.
“Jarak pandang berada di bawah 2.000 meter (2 km). Untuk pesawat berbadan besar, kondisi ini dapat memicu penundaan penerbangan (delay) atau pengalihan pendaratan (divert) ke bandara lain sambil menunggu visual membaik,” kata Stevan Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika.
BMKG memperkirakan kabut asap masih berpotensi bertahan hingga akhir Oktober 2026 akibat dipengaruhi angin monsun timur yang masih bertiup dan karhutla di wilayah sumber asap yang belum sepenuhnya padam.
Karena itu masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama asap masih pekat. Jika harus beraktivitas di ruang terbuka, dianjurkan menggunakan masker. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







