TIMIKA, Koranpapua.id– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika belum memastikan kapan tenaga kesehatan (Nakes) kembali bertugas di Distrik Jila setelah gangguan keamanan yang terjadi pada 17 Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan keselamatan tenaga kesehatan menjadi pertimbangan utama sebelum mereka kembali ditempatkan di Jila.
“Dinas Kesehatan harus bertanggung jawab suka atau tidak suka terhadap keselamatan nakes,” kata Godfried Senin 24 Agustus 2026.
Sembilan Nakes yang saat kejadian sedang bertugas di Jila telah dievakuasi ke Timika pada 18 Agustus. Selain Nakes, sejumlah guru, kepala distrik, dan pegawai distrik juga ikut dievakuasi.
Godfried mengatakan pelayanan kesehatan di Jila untuk sementara dihentikan hingga situasi keamanan kembali stabil.
Pemerintah daerah juga harus memastikan adanya jaminan keamanan dan keselamatan sebelum meminta nakes kembali bertugas.
“Jangan kita paksa. Mereka juga butuh keamanan, mereka butuh kenyamanan di dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga kesehatan,” ujarnya.
Menurut dia, terdapat sekitar 20 Nakes yang ditempatkan di Jila dengan sistem kerja bergiliran.
Sembilan Nakes yang dievakuasi merupakan petugas yang sedang mendapat giliran bertugas ketika gangguan keamanan terjadi.
Godfried mengatakan obat-obatan juga belum dapat dikirim ke Jila tanpa adanya tenaga kesehatan yang bertanggung jawab terhadap penggunaannya.
“Kita tidak bisa menyalurkan obat tanpa ada tenaga kesehatan di sana yang bertanggung jawab terhadap pemanfaatan obat-obatan yang kita kirim,” katanya.
Ia menegaskan penghentian pelayanan tersebut bukan bersifat permanen. Pelayanan akan kembali dilakukan setelah kondisi keamanan memungkinkan dan terdapat jaminan keselamatan bagi tenaga kesehatan.
Sementara itu, sembilan nakes yang telah dievakuasi diberikan waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi psikologis setelah mengalami situasi gangguan keamanan. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










