ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Januari-Juli 2026: Komnas HAM Catat 42 Peristiwa Konflik di Papua, 43 Warga Sipil Meninggal Dunia

“Jika tidak dilakukan perubahan yang substantif dari kebijakan pelaksanaan operasi, bukan tidak mungkin akan mengulangi pola yang serupa atau situasi yang serupa yang terjadi pada tahun 2025”.

15 Juli 2026
0
Januari-Juli 2026: Komnas HAM Catat 42 Peristiwa Konflik di Papua, 43 Warga Sipil Meninggal Dunia

Media Briefing Catatan Komnas HAM di Papua Semester I 2026 yang digelar di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta Pusat, Selasa 14 Juli 2026. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id- Konflik bersenjata yang terjadi sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 42 peristiwa, dengan korban jiwa dan luka-luka warga sipil menjadi kelompok yang terbanyak.

Jumlah peristiwa konflik tersebut berdasarkan catatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI).

Sebagaimana diungkap Tim Pengamatan Situasi HAM Menuju Dialog Kemanusiaan di Papua dalam Media Briefing Catatan Komnas HAM di Papua Semester I 2026 yang digelar di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta Pusat, Selasa 14 Juli 2026.

Berdasarkan pemantauan Komnas HAM, sebanyak 21 peristiwa merupakan serangan kelompok bersenjata terhadap warga sipil dan 11 peristiwa terkait operasi aparat keamanan.

Baca Juga

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Delapan peristiwa merupakan kontak tembak antara aparat dan kelompok bersenjata, empat serangan kelompok bersenjata terhadap aparat, serta enam peristiwa lain yang berkaitan dengan konflik.

Akibat konflik bersenjata yang bekepanjangan itu mengakibatkan 59 orang meninggal dunia dengan 43 orang diantaranya merupakan warga sipil.

Sementara sisa korban meninggal dunia lainnya, masing-masing delapan orang berasal dari aparat TNI-Polri dan kelompok bersenjata.

Selain korban meninggal, Komnas HAM juga mencatat 50 korban luka, terdiri atas 40 warga sipil, lima aparat keamanan, dan lima anggota kelompok bersenjata.

Komisioner Komnas HAM RI, Atnike Nova Sigiro mengatakan setiap insiden kekerasan meninggalkan dampak yang tidak hanya dirasakan saat kejadian, tetapi juga berlanjut terhadap kehidupan korban maupun keluarganya.

“Setiap peristiwa kekerasan menimbulkan dampak berkelanjutan bagi setiap individu atau keluarga yang menjadi korban,” ujar Atnike, di Jakarta, seperti dikutip Rabu 15 Juli 2026.

Atnike menyebut situasi pada semester pertama 2026 masih menyerupai kondisi sepanjang tahun lalu. Pada 2025, Komnas HAM mendokumentasikan 97 peristiwa kekerasan dengan total 119 korban meninggal dunia.

“Jika tidak dilakukan perubahan yang substantif dari kebijakan pelaksanaan operasi, bukan tidak mungkin akan mengulangi pola yang serupa atau situasi yang serupa yang terjadi pada tahun 2025,” pungkasnya.

Ia berharap hasil pemantauan selama enam bulan pertama tahun ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menangani konflik di Papua.

Komnas HAM mencatat Papua Tengah menjadi wilayah dengan jumlah konflik tertinggi, yakni 17 peristiwa, disusul Papua Pegunungan dengan 16 peristiwa.

Dengan demikian, sekitar 80 persen konflik yang terjadi pada semester pertama 2026 terkonsentrasi di dua provinsi tersebut, sedangkan wilayah Papua lainnya hanya mencatat sedikit kasus yang bersifat kasuistik.

Menurut Atnike, kondisi tersebut menunjukkan bahwa situasi keamanan di Papua tidak dapat dipandang secara menyeluruh tanpa melihat karakteristik masing-masing daerah.

“Jadi kita tidak bisa menggeneralisir bahwa seluruh Papua itu dalam keadaan lumpuh atau tidak aman,” katanya.

Komnas HAM juga menyoroti dampak kemanusiaan yang terus meluas akibat konflik. Sejak 2022, perpindahan penduduk dari daerah konflik masih terus terjadi.

Banyak warga meninggalkan kampung halaman untuk mencari tempat yang lebih aman, namun hingga kini belum mudah bagi mereka untuk kembali. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Puskesmas Mapar Sambut Evaluasi Dinkes Mimika, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

13 Oktober 2026
Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

Pasien Darurat Mapar Harus Menyeberang ke Timika, BBM Rujukan Jadi Persoalan

13 Oktober 2026
Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

13 Oktober 2026
Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

13 Oktober 2026
Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

Mimika Dipercaya Gelar Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2, Ini Pesan Bupati

13 Oktober 2026
Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

Jembatan Merah Putih Ugimba Diresmikan, Buka Akses Warga di Pedalaman Intan Jaya

13 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    796 shares
    Bagikan 318 Tweet 199
  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko, Kadis Pariwisata: Mereka Datang Tanpa Undangan

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Dolfin Beanal Kecam Pelayanan Festival Budaya Mimika: Warga Kamoro Tidur di Emperan Toko

    513 shares
    Bagikan 205 Tweet 128
Next Post
Agenda Perdana Gubernur Mathius, Perkuat Sinergi Lintas Provinsi-Kabupaten untuk Akselerasi Pembangunan Papua

Program Sekolah Rakyat Diharapkan Membuka Kesempatan Kerja bagi Sarjana Putra-Putri Papua

Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriari Rumbiak Wakili Papua Barat Kibarkan Bendera Pusaka di Jakarta

Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriari Rumbiak Wakili Papua Barat Kibarkan Bendera Pusaka di Jakarta

Kobarkan Semangat Belajar Anak-Anak Papua, Jenderal Bintang Tiga Kunjungi Pedalaman Jayawijaya

Kobarkan Semangat Belajar Anak-Anak Papua, Jenderal Bintang Tiga Kunjungi Pedalaman Jayawijaya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id