ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Dari Tembagapura ke Medan, Kisah Wilianti Dolame Anak Amungme Binaan YPMAK yang Bermimpi Bisa Kuliah di UGM

“Di kampung saya, di Suku Amungme, fasilitas kesehatan masih sangat terbatas. Saya ingin menjadi dokter supaya bisa membantu masyarakat di sana”.

3 Februari 2026
0
Dari Tembagapura ke Medan, Kisah Wilianti Dolame Anak Amungme Binaan YPMAK yang Bermimpi Bisa Kuliah di UGM

Wilianti Dolame (15), siswi kelas VIII Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP). (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapuaa.id- Air mata haru tak terbendung saat Wilianti Dolame (15), siswi kelas VIII Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), mengenang perjalanan awal dirinya memasuki dunia pendidikan.

Anak asli Suku Amungme asal Tembagapura, Kabupaten Mimika, ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk bermimpi besar dan meraih prestasi.

Wilianti lahir dan tumbuh besar di Tembagapura dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia dibesarkan oleh ibunya yang berstatus sebagai orang tua tunggal.

Sosok sang ibu menjadi segalanya dalam hidupnya, sebagai ibu sekaligus ayah yang tanpa lelah berjuang memenuhi kebutuhan dan mendukung pendidikan putrinya.

Baca Juga

Pusat Operasi UMKM Mimika Mulai Dibangun, Emanuel: Jangan Berhenti di Peletakan Batu

Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

“Mama jadi mama sekaligus bapak untuk saya,” ujar Wilianti saat diwawancarai dengan suara lirih, matanya berkaca-kaca Selasa 3 Februari 2026.

Sejak masih kecil Wilianti telah memendam keinginan kuat untuk bersekolah di Sekolah Asrama Taruna Papua di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Wiliante Dolame bersama dua teman sekolah Yoram kum dan Ega Wefako. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Sekolah berpola asrama tersebut dikenal memiliki berbagai program pembelajaran unggulan berstandar internasional.

SATP merupakan sekolah milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Lokon (YPL), dengan pembiayaan bersumber dari dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Namun keinginan itu sempat tertunda. Sang ibu menahan Wilianti karena merasa usia anaknya belum cukup.

Hingga beberapa tahun kemudian, dengan keyakinan dan doa, ibunya akhirnya mengantar langsung Wilianti mendaftar dan masuk ke SATP.

Pesan sang ibu sederhana namun penuh makna, sekolah dengan sungguh-sungguh, jangan membuat masalah, dan jangan pernah menyerah.

Pesan itulah yang terus dipegang teguh oleh Wilianti hingga kini.

Dari jenjang SD hingga saat ini duduk di bangku SMP kelas VIII, Wilianti menjalani pendidikan dengan penuh disiplin dan semangat juang.

Ia mengakui perjalanan yang dilaluinya tidak mudah, namun ia percaya Tuhan selalu menyertainya.

“Perjalanan ini sudah sangat jauh menurut saya. Saya bersyukur karena Tuhan tidak pernah meninggalkan saya,” tuturnya.

Kerja keras dan ketekunannya pun membuahkan hasil. Baru-baru ini, Wilianti terpilih mengikuti Program Bina Talenta Indonesia di bidang coding.

Setelah menjalani masa persiapan selama tiga bulan, ia dinyatakan lolos dan berkesempatan mengikuti kegiatan offline di Medan, Sumatera Utara.

Perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi Wilianti.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia naik pesawat dan menginjakkan kaki di kota-kota besar seperti Makassar, Jakarta, hingga Medan.

“Dulu saya hanya bisa lihat di film. Sekarang Tuhan jawab doa saya,” katanya penuh haru.

Tak hanya memperoleh sertifikat di bidang coding, Wilianti juga meraih penghargaan sebagai peserta dengan kamar putri terbaik berdasarkan penilaian kebersihan dan kedisiplinan.

Ia mengaku kebiasaan hidup teratur dan bertanggung jawab itu terbentuk dari pendidikan asrama yang telah ia jalani sejak SD.

Ke depan, Wilianti menyimpan mimpi besar. Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan SMA di Lokon Santo Nikolaus Tomohon.

Selepas SMA, ia bercita0cita dapat melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Impian akhirnya adalah menjadi seorang dokter.

“Di kampung saya, di Suku Amungme, fasilitas kesehatan masih sangat terbatas. Saya ingin menjadi dokter supaya bisa membantu masyarakat di sana,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Kisah Wilianti Dolame menjadi gambaran nyata bahwa dengan dukungan orang tua, pendidikan yang tepat, serta iman dan ketekunan, anak-anak Papua mampu melangkah jauh dan bersaing di tingkat nasional.

Sebuah kisah inspiratif dari tanah Amungsa bumi Kamoro, yang mengajarkan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari kesederhanaan dan perjuangan. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pusat Operasi UMKM Mimika Mulai Dibangun, Emanuel: Jangan Berhenti di Peletakan Batu

Pusat Operasi UMKM Mimika Mulai Dibangun, Emanuel: Jangan Berhenti di Peletakan Batu

7 Oktober 2026
Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

7 Oktober 2026
Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

Gebyar Sadar Pajak Mimika: Pemkab Tegaskan Pajak Bukan Sekadar Soal Hadiah

7 Oktober 2026
Pajak Mimika Baru Terealisasi 47,66 Persen, Pemkab Dorong Kepatuhan Tanpa Hadiah

Pajak Mimika Baru Terealisasi 47,66 Persen, Pemkab Dorong Kepatuhan Tanpa Hadiah

6 Oktober 2026
Perselisihan Pelajar Meledak Jadi Bentrok Warga di Mimika, 8 Orang Diamankan Polisi

Perselisihan Pelajar Meledak Jadi Bentrok Warga di Mimika, 8 Orang Diamankan Polisi

6 Oktober 2026
Karya Kamoro Bernilai Jutaan Rupiah, Thomas Dorong Festival Seni di Mimika Digelar Lebih Besar

Karya Kamoro Bernilai Jutaan Rupiah, Thomas Dorong Festival Seni di Mimika Digelar Lebih Besar

6 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    661 shares
    Bagikan 264 Tweet 165
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    570 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Burung Nuri Kepala Hitam dan Kelinci asal Mimika Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Burung Nuri Kepala Hitam dan Kelinci asal Mimika Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Kabar Gembira untuk Calon Legislatif 2024, Pemilu Memakai Sistem Proporsional Terbuka

Uji UU Pilkada: Tidak Dapat Uraikan Kedudukan Hukum, Permohonan Anggota DPRD Provinsi Papua Tidak Diterima

Persediaan Daging Sapi dan Kambing Masih Terkendali Jelang Bulan Puasa dan Lebaran 2026

Persediaan Daging Sapi dan Kambing Masih Terkendali Jelang Bulan Puasa dan Lebaran 2026

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id