TIMIKA, Koranpapua.id- Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) di wilayah Papua Tengah masih menjadi indikator untuk mengukur tingkat perbandingan harga bahan bangunan.
Termasuk sewa alat dan upah tenaga kerja konstruksi antarwilayah di Papua Tengah dibandingkan dengan kota acuan yang umumnya Surabaya dan Makassar.
IKK biasanya digunakan sebagai komponen utama dalam perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU) oleh pemerintah pusat dalam menentukan seberapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan.
Seperti dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai IKK provinsi dan delapan kabupaten/kota di Papua Tengah tahun 2025.
Untuk IKK tertinggi berada di Kabupaten Mimika yakni sebesar 118,63 poin. Sementara yang terendah di Kabupaten Puncak sebesar 361,36 poin.
Sementara untuk IKK Kabupaten Paniai sebesar 169,83 poin pada 2025. Angka tersebut turun 7,93 poin dibanding tahun sebelumnya dan turun 59,68 poin dalam lima tahun terakhir.
Semakin tinggi angka IKK di suatu kabupaten/kota, semakin tinggi pula harga konstruksi sebuah bangunan di daerah tersebut.
Khusus untuk IKK Kabupaten Paniai yang sebesar 169,83 poin menunjukkan bahwa harga konstruksi bangunan di daerah tersebut setara 1,698 kali harga konstruksi di Kota Surabaya.
Daftar IKK Delapan Kabupaten di Provinsi Papua Tengah Tahun 2025.
Kabupaten Mimika: 118,63 poin
Kabupaten Nabire : 121,12 poin
Kabupaten Dogiyai: 167,6 poin
Kabupaten Paniai: 169,83 poin
Kabupaten Deiyai: 170,92 poin
Kabupaten Puncak Jaya: 340,84 poin
Kabupaten Intan Jaya: 342,92 poin
Kabupaten Puncak: 361,36 poin. (Redaksi)










