ADVERTISEMENT
Jumat, Juni 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Asosiasi MRP Se-Wilayah Papua Minta Dukungan Semua Lembaga Negara, Berharap Bisa Bertemu Presiden

Asosiasi MRP se-wilayah meminta agar ada perubahan pada Pasal 12 Undang -Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua.

31 Mei 2024
0
Asosiasi MRP Se-Wilayah Papua Minta Dukungan Semua Lembaga Negara, Berharap Bisa Bertemu Presiden

Asosiasi MRP se - wilayah Papua saat meminta dukungan dengan mendatangi sejumlah Lembaga Negara di Jakarta. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Memperjuangkan hak politik dan hak kesulungan Orang Asli Papua (OAP) Asosiasi Majelis Rakyat Papua (MRP) se-wilayah Papua terus mendatangi semua Lembaga Negara di Jakarta.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait rekomendasi MRP dan berharap bisa bertemu Presiden Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Asosiasi MRP se-wilayah meminta agar ada perubahan pada Pasal 12 Undang -Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Semula yang dapat dipilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur adalah Warga Negara Republik Indonesia dengan syarat-syarat:

Baca Juga

Dari Kasus Mobil Meledak di SPBU Nabire, Polisi Temukan 17 Jeriken Disembunyikan dalam Kabin Modifikasi

Gubernur Jawa Timur Bangga 51 Siswa ADEM Papua Lolos PTN, Bukti Nyata Generasi Berprestasi

  • Orang asli Papua
  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Berpendidikan sekurang-kurangnya sarjana atau yang setara.
  • Berumur sekurang-kurangnya 30 tahun.
  • Sehat jasmani dan Rohani
  • Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengabdi kepada rakyat Provinsi Papua.
  • Tidak pernah dihukum penjara karena melakukan tindak pidana, kecuali dipenjara karena alasan-alasan politik, dan tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, kecuali dipenjara karena alasan politik.

MRP meminta agar syarat-syarat diatas diubah dan ditambah sehingga ketentuan pasal 12 diubah berbunyi sebagai berikut:

Pasal 12 yang dapat dipilih menjadi Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota adalah Warga Negara Republik Indonesia dengan syarat-syarat:

Huruf (a) diubah menjadi, Orang Asli Papua yang berasal dari rumpun ras Melanesia yang terdiri dari suku-suku Asli Papua sesuai wilayah adat masing-masing di Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua Tengah.

Provinsi Papua Barat Daya, Provinsi Papua Pegunungan, dan Provinsi Papua, Selatan, Dan huruf (f) setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengabdi kepada rakyat di Wilayah Papua.

Selain itu Asosiasi MRP se- wilayah Papua meminta perubahan pada pasal 20 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua.

Semula MRP memiliki tugas dan wewenang memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusulkan oleh penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah.

Diubah dan ditambah sehingga Pasal 20 ayat (1) huruf a berbunyi sebagai berikut, MRP memiliki tugas dan wewenang memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, dan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota yang diusulkan oleh penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah.

Adapun sejumlah Lembaga Negara yang sudah didatangi Asosiasi MRP Se-wilayah Papua yakni, tanggal 13 Mei 2024 mendatangi kantor Mahkamah Agung Republik Indonesia di Jakarta.

Pada tanggal 17 Mei 2024 Asosiasi MRP se-wilayah Papua mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia di Jakarta.

Pada tanggal 27 Mei 2024 Asosiasi MRP Se-wilayah Papua mendatangi kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta.

Dan tanggal 29 Mei 2024 Asosiasi MRP se-wilayah Papua menemui ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Jakarta.

Hingga saat ini Asosiasi MRP se-wilayah Papua terus berkomitmen mendatangi Lembaga Negara untuk meminta perubahan atas UU Otsus serta meminta keberpihakkan pada OAP, khususnya dalam mendapatkan Hak politik pada bingkai NKRI.

Ketua Asosiasi MRP se- wilayah Papua, Agustinus Anggaibak berkomitmen terus memperjuangan hak politik OAP agar implementasi kata Khusus pada Otonomi Khusus itu betul -betul dirasakan oleh OAP.

Agustinus mengatakan, orang Papua harus menjadi tuan diatas tanahnya sendiri dalam bingkai Kesatuan Negara Republik Indonesia.

“Kami sudah mengirim surat ke semua Lembaga Negara termasuk partai-partai politik. Sampai saat ini kami masih terus berjuang,” tegas Agus.

Ia berharap perjuangan MRP bisa didengar oleh Presiden Joko Widodo dan dan bisa bertemu langsung dengan Presiden. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dari Kasus Mobil Meledak di SPBU Nabire, Polisi Temukan 17 Jeriken Disembunyikan dalam Kabin Modifikasi

Dari Kasus Mobil Meledak di SPBU Nabire, Polisi Temukan 17 Jeriken Disembunyikan dalam Kabin Modifikasi

11 Juni 2026
Gubernur Jawa Timur Bangga 51 Siswa ADEM Papua Lolos PTN, Bukti Nyata Generasi Berprestasi

Gubernur Jawa Timur Bangga 51 Siswa ADEM Papua Lolos PTN, Bukti Nyata Generasi Berprestasi

11 Juni 2026
Bank Indonesia Fasilitasi 20 Wartawan Papua Barat dan Papua Barat Daya Berkunjung ke Bali

Bank Indonesia Fasilitasi 20 Wartawan Papua Barat dan Papua Barat Daya Berkunjung ke Bali

11 Juni 2026
BMKG Peringati Waspada Cuaca Ekstrem Tiga Hari Kedepan, Diprediksi Melanda Empat Kabupaten di Papua Tengah

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Tanggal 11-12 Juni, Papua Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sangat Lebat

11 Juni 2026
YPMAK Bangun Rumah Sagu di Mapurujaya, Perkuat Ekonomi Berbasis Pangan Lokal

YPMAK Bangun Rumah Sagu di Mapurujaya, Perkuat Ekonomi Berbasis Pangan Lokal

11 Juni 2026
Delapan Eks TPNPB-OPM Kiwirok Kembali ke Pangkuan NKRI

Delapan Eks TPNPB-OPM Kiwirok Kembali ke Pangkuan NKRI

11 Juni 2026

POPULER

  • Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Skandal Lahan Rp22,5 Miliar di Mimika, Penetapan Tersangka Tinggal Menunggu Waktu

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    883 shares
    Bagikan 353 Tweet 221
  • Aksi Curas di Timika Terekam CCTV, Pelaku Langsung Diamankan Polisi

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Nunggak Pajak Rp17 Miliar, Rekening 36 Warga Papua Diblokir

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Freeport Kelola Tailing Bernilai Guna, Anggaran Tembus Rp200–300 Juta Dolar per Tahun

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Satu Lagi Warga Sipil Tewas Diterjang Peluru KKB

Satu Lagi Warga Sipil Tewas Diterjang Peluru KKB

PDIP Umumkan Rekom Calon Gubernur, Bupati/Walikota di Papua Tengah

PDIP Umumkan Rekom Calon Gubernur, Bupati/Walikota di Papua Tengah

NasDem Beri Rekomendasi Empat Cakada di Papua, Ini Nama untuk Gubernur Papua Tengah

NasDem Beri Rekomendasi Empat Cakada di Papua, Ini Nama untuk Gubernur Papua Tengah

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id