TIMIKA, Koranpapua.id – Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, turun langsung menemui warga asal Jila yang mengungsi di RT 21, Kelurahan Kwamki Baru, Kabupaten Mimika, Senin 12 Oktober 2026.
Selain menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, kunjungan itu menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan warga.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Distrik Mimika Baru juga membagikan masker dan menggelar doa bersama para pendeta serta pendoa.
Merlyn bersama jajarannya kemudian berdialog dengan warga untuk mengetahui kondisi mereka selama tinggal di pengungsian.
“Kami hadir untuk mendengar dan membantu. Yang paling penting adalah duduk bersama warga, mendengarkan kondisi mereka, dan memahami apa yang benar-benar dibutuhkan. Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujar Merlyn.
Ia menjelaskan, informasi langsung dari warga diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi keluarga, kebutuhan mendesak, serta kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.
Menurutnya, pendekatan kepada warga harus dilakukan secara humanis dengan menghormati martabat, rasa aman, dan privasi mereka.
“Kita ingin membangun kepercayaan terlebih dahulu. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai jumlah warga, kondisi keluarga, dan kebutuhan yang perlu ditindaklanjuti,” katanya.
Merlyn menambahkan, penanganan warga terdampak konflik membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, distrik akan memperkuat koordinasi dengan pihak RT, kelurahan, dan perangkat daerah terkait agar kebutuhan warga dapat diketahui dan ditangani dengan lebih tepat.
Melalui kunjungan ini, Distrik Mimika Baru berharap warga yang mengungsi tidak merasa sendiri dan tetap mendapatkan perhatian selama berada di tempat pengungsian. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru










