TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan penambahan akses listrik di 10 kampung pada 2026 sebagai upaya pemerataan pembangunan hingga wilayah terpencil. Selain listrik dan jaringan komunikasi, pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi lokal melalui koperasi, perikanan, dan UMKM.
Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan hal tersebut dalam peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (12/10/2026).
Rettob menjelaskan, kondisi geografis Mimika yang meliputi pegunungan, dataran rendah, sungai, dan pesisir menjadi tantangan pembangunan karena membutuhkan biaya serta perencanaan besar.
Dari 133 kampung dan 19 kelurahan di Mimika, akses listrik baru menjangkau 46 kampung. Karena itu, perluasan listrik dan komunikasi menjadi prioritas untuk mendukung pendidikan, aktivitas masyarakat, serta pelayanan publik.
Di sektor ekonomi, pemerintah telah meluncurkan 152 Koperasi Merah Putih pada Juli 2025. Pemerintah juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan delapan kampung nelayan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir.
Pengembangan UMKM, subsidi penerbangan perintis, serta kerja sama dengan pemerintah pusat dan sektor swasta turut menjadi strategi memperluas peluang ekonomi masyarakat.
Rettob menegaskan, pembangunan Mimika membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari masyarakat, dunia usaha, tokoh agama hingga pemerintah pusat.
Melalui momentum HUT ke-30, Pemkab Mimika berharap pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi dapat menjangkau masyarakat kampung, termasuk wilayah terpencil, bukan hanya terpusat di perkotaan.
Penulis : Rill Minggu
Editor : Marthen L L Moru








