TIMIKA, Koranpapua.id – Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Mameyao, SKM, membuka ruang bagi pengusaha lokal, termasuk pengusaha asli Papua, untuk menyampaikan aspirasi dan peluang kerja sama di sektor kesehatan. Namun, ia menegaskan setiap kerja sama tetap harus melalui mekanisme, evaluasi dan seleksi sesuai aturan.
Sejak bertugas pada 5 Oktober 2026, Mameyao mengaku telah menerima sejumlah kunjungan dari masyarakat dan pengusaha lokal. Ia menyambut baik aspirasi tersebut, tetapi meminta semua pihak bersabar karena masih melakukan peninjauan dan pembenahan internal.
“Saya sambut baik. Saya bilang kepada mereka, sabar dulu, saya lihat dulu dan saya pastikan dulu. Semua tetap harus melalui mekanisme yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, setiap usulan harus disesuaikan dengan kebutuhan program, ketersediaan kegiatan, persyaratan administrasi dan ketentuan yang berlaku. Ia memastikan ruang komunikasi tetap terbuka, namun keputusan harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Semua masuk melalui mekanisme dan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Benahi Internal Sebelum Genjot Program
Mameyao mengatakan pembenahan sistem manajemen dan pembagian tugas internal menjadi prioritas awal. Penataan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu agar setiap bidang bekerja sesuai fungsi dan program tidak tumpang tindih.
“Yang pertama saya lakukan adalah membenahi kantor dulu. Sistem manajemen harus saya rapikan dan saya kembalikan pada jalurnya,” katanya.
Malaria hingga TB Jadi Perhatian
Di tengah pembenahan organisasi, sejumlah persoalan kesehatan tetap menjadi perhatian, antara lain malaria, dampak kabut asap, stunting dan tuberkulosis (TB). Mameyao menilai penanganan masalah tersebut harus terus berjalan bersamaan dengan perbaikan tata kelola dinas.
Ia juga membuka ruang dialog bagi pengusaha, tokoh masyarakat dan warga untuk menyampaikan kebutuhan sektor kesehatan.
“Silakan datang, kita bicara. Saya akan dengar dan saya tampung. Tetapi saya juga harus memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Mameyao berharap keterbukaan komunikasi dapat memperkuat partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan kesehatan Mimika, dengan tetap mengedepankan transparansi, aturan dan akuntabilitas.
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru






