TIMIKA, Koranpapua.id – Penerima manfaat Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Yerry Miagoni, membuka KSW Laundry Coin di Jalan Budi Utomo, Timika, Rabu (7/10/2026).
Usaha laundry dengan konsep self service ini menjadi bagian dari program pemberdayaan dan Financial Literacy YPMAK untuk mendorong penerima manfaat mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
KSW Laundry Coin menyediakan layanan mencuci dan mengeringkan pakaian menggunakan mesin secara mandiri. Saat ini tersedia enam mesin berkapasitas 7 kilogram. Tarif pencucian Rp25 ribu dan pengeringan Rp25 ribu, dengan waktu sekitar 36 menit untuk mencuci dan 50 menit untuk mengeringkan.
“Laundry coin ini baru pertama kali hadir di Timika. Karena itu, kami melihat ada peluang dan kami ingin membuka usaha ini,” kata Yerry.
Pelanggan dapat membawa deterjen sendiri atau menggunakan deterjen yang disediakan pengelola. Bagi pelanggan yang belum terbiasa, tersedia pendampingan dalam menggunakan mesin.
Pengembangan usaha tersebut mendapat dukungan peralatan dan pendampingan melalui program YPMAK serta vendor CV Cartens Prima Perkasa dari CV Amungsa Berjaya Gemilang. Direktur CV Cartens Prima Perkasa, Adv. Harry Mukti, mengatakan pihaknya memberikan pembinaan selama satu tahun dan pemeliharaan mesin secara berkelanjutan.
Ia berharap KSW Laundry Coin dapat berkembang, menghasilkan pendapatan berkelanjutan dan ke depan membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Nama KSW merupakan singkatan dari Ki Sapua Wambugi, istilah dalam bahasa Suku Moni yang dimaknai sebagai usaha perintis untuk berkembang lebih besar dan memberi manfaat luas.
KSW Laundry Coin dilengkapi enam mesin, AC, WiFi dan area bermain anak. Layanan buka Senin-Sabtu pukul 08.00–20.00 WIT dan Minggu pukul 13.00–20.00 WIT.
Kehadiran usaha ini menjadi salah satu contoh program pemberdayaan YPMAK dalam mendorong penerima manfaat membangun usaha mandiri dan sumber pendapatan berkelanjutan. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








