ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 8, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Belasan Flora dan Fauna Endemik Papua Berhasil Dikembalikan ke Habitatnya

Selain satwa dan tumbuhan hasil penindakan karantina, kegiatan pelepasliaran ini juga mencakup satu ekor Kakatua Koki dan satu ekor Kasturi Kepala Hitam.

5 Juli 2026
0
Belasan Flora dan Fauna Endemik Papua Berhasil Dikembalikan ke Habitatnya

Krisna Dwiharniati, Plt. Kepala Karantina Papua. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Papua (Karantina Papua) berhasil selamatkan belasan flora dan fauna asli Papua ke habitatnya.

Satwa tersebut terdiri dari satu ekor Cenderawasih Mati-Kawat, lima ekor Jagal Papua dan dua ekor ular sanca serta 10 rumpun anggrek yang dilindungi.

“Ini tidak hanya pelepasliaran, tapi kita selamatkan dari perdagangan ilegal dan dikembalikan ke habitatnya,” ungkap Krisna Dwiharniati, Plt. Kepala Karantina Papua.

Pernyataan Krisna ini disampaikan saat kegiatan reintroduksi flora dan fauna hasil tindakan karantina di kawasan Isyo Hill’s Bird Watching, Kampung Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Sabtu 4 Juli 20256.

Baca Juga

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

Krisna menjelaskan bahwa semua satwa dan tanaman dilindungi tersebut adalah hasil tindakan karantina penahanan oleh petugas karantina Papua, yaitu di Pelabuhan Laut Jayapura dan Bandara Sentani pada bulan Mei dan Juni.

“Ada yang diselundupkan dengan menggunakan kapal penumpang, disembunyikan dengan modus paket dan kargo,” jelasnya.

Krisna juga menjelaskan bahwa jenis anggrek langka tersebut terdiri dari dua rumpun Anggrek Besi, lima rumpun Anggrek Dasi, satu rumpun Anggrek Kribo, dan dua rumpun Anggrek Merpati.

Menurutnya, langkah ini menjadi sangat krusial mengingat satwa dan tumbuhan yang dikembalikan ke alam tersebut merupakan spesies endemik dilindungi yang vital bagi ekosistem Papua.

Upaya perlindungan ini memiliki urgensi yang tinggi karena kepunahan satwa dan tumbuhan tersebut dapat merusak rantai ekosistem hutan hujan tropis serta menghilangkan identitas budaya masyarakat adat Papua.

Di sisi lain, keberadaan satwa yang lestari di alam bebas terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan melalui ekowisata seperti yang berjalan di Isyo Hill’s.

Selain satwa dan tumbuhan hasil penindakan karantina, kegiatan pelepasliaran ini juga mencakup satu ekor Kakatua Koki dan satu ekor Kasturi Kepala Hitam.

Dua satwa tersebut berhasil dipulangkan kembali (translokasi) dari BBKSDA Sulawesi Selatan, serta satu ekor burung Paruh-Kodok Pualam yang diserahkan secara sukarela oleh masyarakat.

Seluruh rangkaian penindakan hingga pelepasliaran tersebut, menurutnya telah sesuai UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, serta diperkuat dengan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Kegiatan tersebut juga berkolaborasi dengan BBKSDA Papua dan melibatkan unsur Kepolisian serta Lembaga Masyarakat Adat (LMA) setempat.

“Kolaborasi lintas instansi ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektoral demi menjaga benteng terakhir keanekaragaman hayati Indonesia,” pungkasnya.

Sinergi ini mengintegrasikan peran Karantina sebagai penjaga pintu gerbang pelabuhan dan bandara dari upaya penyelundupan, dengan KSDA sebagai pengelola kawasan hutan dan habitat asli. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

Rumah Sayur GPDP Jemaat Semua Umat Dorong Kemandirian Ekonomi di Mimika

7 Oktober 2026
Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

Penerima Manfaat YPMAK Buka KSW Laundry Coin, Tawarkan Laundry Mandiri di Timika

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

GERMAS Mimika Tak Bisa Jalan Sendiri, Lintas Sektor Diminta Ambil Peran

7 Oktober 2026
GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

GERMAS Mimika Butuh Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Dorong Aksi Nyata

7 Oktober 2026
200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

200 Butir Amunisi Digagalkan di Perairan Jayapura, Polisi Telusuri Asalnya

7 Oktober 2026
Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

Konflik Fanamo-Omawita, Guru dan Nakes Dievakuasi ke Timika

7 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    720 shares
    Bagikan 288 Tweet 180
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    592 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    573 shares
    Bagikan 229 Tweet 143
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

Terpilih Secara Aklamasi, Vivian Gobai Pimpin Perbasi Provinsi Papua Tengah

Terpilih Secara Aklamasi, Vivian Gobai Pimpin Perbasi Provinsi Papua Tengah

Kapolda Papua Barat Didesak Berantas Tambang Emas Ilegal, Ada Sekitar 20 Bos Mafia, Diduga Dibekengi Aparat

Kapolda Papua Barat Didesak Berantas Tambang Emas Ilegal, Ada Sekitar 20 Bos Mafia, Diduga Dibekengi Aparat

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id