LANNY JAYA, Koranpapua.id- Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Indonesia, menetapkan Polres Lanny Jaya, Papua Pegunungan sebagai Polres terbaik se-Papua Raya dalam bidang perlindungan perempuan dan anak.
Prestasi membanggakan ini diumumkan langsung oleh Jeny Claudya Lumowa, Ketua TRC PPA Indonesia, dalam acara evaluasi kerja sama mitra perlindungan anak yang digelar di Jakarta pada 28 Maret 2026.
Penempatan Polres Lanny Jaya menjadi yang terbaik, setelah dilakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh Polres dan Polresta di Provinsi Papua dan Papua Barat selama tiga tahun terakhir (2023–2026).
“Kami dengan tegas menetapkan Polres Lanny Jaya sebagai yang terbaik. Kontribusi mereka tidak hanya signifikan secara kuantitas, namun juga menunjukkan kualitas penanganan yang luar biasa,” ujar Jeny dalam keterangan pers sebagaimana dilansir Senin 30 Maret 2026.
Menurut Jeny, dalam penanganan berbagai persoalan yang melibatkan perempuan dan anak selalu menerapkan prinsip keadilan dan pendekatan yang manusiawi.
Pengakuan tersebut mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 99 Tahun 2020, Komponen 13 tentang penghargaan bagi pihak yang menunjukkan kontribusi nyata dalam perlindungan perempuan dan anak.
“Polres Lanny Jaya telah memenuhi bahkan melampaui standar yang ditetapkan, membuktikan bahwa wilayah terpencil bukanlah hambatan untuk memberikan perlindungan yang layak,” ujarnya.
Polres Lanny Jaya yang dipimpin Frans Daniel Tamaela mencatat sejumlah capaian dalam penanganan kasus selama periode 2023–2026:
Tahun 2023: 32 kasus (18 anak, 14 perempuan), sebanyak 25 kasus diselesaikan tepat waktu dan seluruh korban mendapatkan pendampingan psikologis serta asistensi hukum.
Tahun 2024: 28 kasus (15 anak, 13 perempuan), terjadi penurunan 12,5 persen, dengan 22 kasus diselesaikan, termasuk pengungkapan jaringan perdagangan orang.
Tahun 2025: 25 kasus (13 anak, 12 perempuan), tren penurunan berlanjut dengan 20 kasus diselesaikan serta penyuluhan hingga ke pelosok desa.
Tahun 2026 (hingga Maret): 7 kasus (4 anak, 3 perempuan) masih dalam proses penanganan, disertai kerja sama dengan 15 sekolah untuk deteksi dini kekerasan.
Sejumlah program unggulan turut menjadi penilaian, di antaranya, Pendidikan dan Penyuluhan: Sebanyak 25 kali sosialisasi dengan lebih dari 3.000 peserta sepanjang 2025.
Unit PPA Khusus: Dilengkapi personel terlatih sesuai standar nasional dan menjadi rujukan wilayah lain di Papua.
Kerja Sama Lintas Sektoral: Melibatkan pemerintah daerah, dinas pendidikan, kesehatan, dan organisasi masyarakat.
Pencegahan Perdagangan Orang: Patroli bersama Satgas Operasi Damai Cartenz yang menurunkan angka perdagangan orang hingga 30 persen.
Pendekatan Kekeluargaan: Mengedepankan nilai budaya lokal dalam proses pemulihan korban.
Keselamatan Lalu Lintas: Penyuluhan di sekolah serta pembentukan delapan zona aman pejalan kaki.
Penghargaan resmi dijadwalkan berlangsung pada April 2026 melalui apel pagi di lapangan Polres Lanny Jaya, dengan penyerahan piagam oleh perwakilan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia.
Kegiatan tersebut akan dihadiri pemerintah daerah Kabupaten Lanny Jaya, dinas terkait, serta organisasi masyarakat.
“Kami memilih memberikan penghargaan dalam apel pagi agar seluruh personel dapat menyaksikannya dan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja,” ujar Jeny.
Dalam sambutan tertulis, Kapolres Lanny Jaya AKBP Frans Daniel Tamaela menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut.
“Pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh personel dan dukungan pihak terkait. Kami akan terus meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Lanny Jaya dan berbagi pengalaman dengan Polres lain di Papua,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua turut memberikan apresiasi.
“Polres Lanny Jaya menjadi contoh kolaborasi yang efektif dalam perlindungan anak dan perempuan,” ujarnya. (Redaksi)








