SORONG, Koranpapua.id- Aksi kejam yang dilakukan kelompok bersenjata di Distrik Bamusba, Kabupaten Tambrauw, Senin 16 Maret 2026 masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Dua warga sipil dilaporkan meninggal dunia dengan cara yang tidak manusia, padahal keduanya baru selesai memberikan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Terkait dengan peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, menyatakan bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan Yeremia Lobo (37) dan Yohanes Edwintus Bido (24).
Plt. Sekda Tambrauw, Hasan Basri Tafalas mengatakan, Pemkab telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk pengurusan penanganan korban.
Rencananya, jenazah Yohanes Edwintus Bido akan difasilitasi Pemkab Tambrauw untuk dipulangkan ke Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara itu, Yeremia Lobo akan dimakamkan di Kota Sorong.
“Seluruh biaya pemakaman dan pemulangan jenazah ke Ende akan difasilitasi oleh Pemkab Tambrauw sebagai bentuk tanggung jawab kepada keluarga korban,” ujar Hasan seperti dilansir Kamis 19 Maret 2026.
Di sisi lain, Hasan memastikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Tambrauw tetap berjalan normal meski terjadi insiden tersebut.
Menurutnya, penghentian layanan justru akan menghambat hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Ia juga menyebutkan sebagian tenaga kesehatan sementara berada di Kota Sorong karena memasuki masa libur Idulfitri 2026.
Sementara itu, Plt Sekda Ende, Gabriel Dala, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait penjemputan jenazah di Bandara Ende.
Gabriel menyebut, jenazah yang tiba di Bandara Ende hari ini, Kamis 19 Maret 2026 dijemput menggunakan ambulans milik Pemkab Ende.
Dari Bandara langsung diantar ke rumah duka di Nduaria, Kecamatan Kelimutu.
Gabriel menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Tambrauw, yang telah memfasilitasi pemulangan jenazah korban hingga Ende.
“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Tambrauw yang sudah memfasilitasi kepulangan warga kami untuk dimakamkan di kampung halamannya,” ungkap Gabriel, Rabu 18 Maret 2026. (Redaksi)









