TAMBRAUW, Koranpapua.id- Aksi kejam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dua tenaga kesehatan di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Dua korban tewas pada peristiwa yang terjadi Senin 16 Maret 2026, yakni Yermia Lobo berasal dari Sangalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Barat.
Sementara satu korban lainnya atas nama Yohanes Edwintus Bido yang berasal dari Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Keduanya ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 11.37 WIT dengan sejumlah luka pada bagian tubuh.
Adik almarhum Yeremia, Meysel Randa, mengenang kakaknya sebagai sosok yang ramah, rendah hati dan mudah bergaul.
“Kalau dalam bahasa Toraja, dia orangnya masolang,” ujar Meysel dalam keterangannya seperti dikutip, Selasa 17 Maret 2026.
Menurut Meysel, kakaknya sudah lama bekerja di Papua dan saat ini bertugas sebagai staf di RSU Pratama Tambrauw.
Ia berharap pemerintah dapat meningkatkan pengamanan bagi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik yang bertugas di wilayah Papua.
“Mereka memberi diri melayani di sana, tapi malah dibunuh dengan sadis. Pengamanan mesti ditingkatkan,” sesal Meysel.
Meysel juga menyampaikan bahwa jenazah Yeremia kemungkinan tidak akan dipulangkan ke Toraja, melainkan dimakamkan di Kota Sorong.
“Keluarga besar termasuk istri dan anak-anak almarhum, berada di kota Sorong, jadi almarhum tidak dipulangkan ke kampung halaman di Toraja,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kasi Humas Polres Tambrauw, Ipda La Ode, mengatakan insiden bermula saat empat tenaga kesehatan usai memberikan pelayanan dan dalam perjalanan dari Rumah Sakit Pratama Fef menuju Kota Sorong.
Namun saat tiba di wilayah Kampung Jokbu atau Banfot, mereka tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal yang diduga kuat merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Dalam situasi panik, dua dari empat tenaga kesehatan tersebut berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.
Sementara dua lainnya, yakni Yeremia Lobo dan Edwin, ditemukan meninggal dunia di lokasi.
Dua tenaga kesehatan yang berhasil menyelamatkan diri diketahui bernama Hamzah dan Robby.
Dari informasi di lapangan, aparat menduga pelaku merupakan KKB yang beroperasi di wilayah Distrik Bamusbama.
Hingga kini, tim gabungan TNI dan Polri masih melakukan pengejaran pengejaran terhadap kelompok tersebut. (Redaksi)










