ADVERTISEMENT
Minggu, Maret 15, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Yeremias Imbiri: Sosok Inspiratif, dari Journalist Hingga Arsitek Komunikasi

Tugasnya kini lebih kompleks, harus menjaga jembatan vital antara YPMAK dengan subyek utama program yaitu masyarakat adat suku Amungme dan suku Kamoro, juga Papua lain di Kabupaten Mimika.

15 Maret 2026
0
Yeremias Imbiri: Sosok Inspiratif, dari Journalist Hingga Arsitek Komunikasi

Yeremias Isak Imbiri. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Sosok inspiratif telah menjadi teladan bagi banyak orang. Mereka adalah figur yang berhasil membuat orang kagum dengan apa yang telah lakukan.

Biasanya sosok inspiratif sering kali mencapai kesuksesan setelah berhasil mengatasi rintangan yang sulit.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, kisah hidup mereka bisa memotivasi orang lain untuk mengejar impian dan mampu mengatasi rintangan yang dihadapi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sosok ini juga mampu memberikan semangat dan dorongan pada orang-orang di sekitar mereka, serta dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi orang lain untuk terlibat dalam upaya perubahan sosial yang lebih besar.

Baca Juga

Percepat Penyaluran Dana Otsus Solusi Menekan Terjadinya SiLPA Daerah

Peristiwa Penembakan Beruntun, Kapolda Papua Tengah Minta Freeport Tambah Fasilitas CCTV

Dari sekian banyak yang ada di Papua Raya, secara khusus di Kabupaten Mimika terdapat satu sosok inspiratif, meski tidak selalu tampil di berbagai portal berita media.

Ini dikarenakan ia selalu menyampaikan bahwa, teruslah melayani masyarakat ‘dalam diam’, secara khusus Orang Asli Papua (OAP).

Baginya apa yang dilakukan lebih fokus pada hasil dan aksi nyata tanpa perlu banyak bicara.

Sosok itu adalah Yeremias Isak Imbiri yang saat ini dipercayakan sebagai Kepala Devisi Humas & Komunikasi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) institusi pengelola dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Dari sorot matanya, Yerimias terlihat sangat tenang. Cerita-nya kontras dengan riuh rendah konflik sosial yang kerap mewarnai Mimika.

Di balik ketenangannya, sosok Yeremias menyembunyikan lintasan sejarah panjang.

Ia merupakan perpaduan antara idealisme seorang journalist (wartawan) yang terlatih mencium fakta dengan pragmatisme seorang manajer yang harus mengurai benang birokrasi.

Akhir 2024 lalu, pria yang akrab dengan gelombang perubahan ini, kembali ke “rumah” lamanya, Kepala Devisi Humas & Komunikasi YPMAK.

Posisi ini, bukan kursi empuk, disana dibutuhkan kejernihan membaca situasi, keluwesan berdiplomasi dan telinga yang peka pada denyut perubahan masyarakat suku Amungme dan suku Kamoro di Mimika.

Bagi Yeremias, ini bukan sekadar pekerjaan kantor biasa, ini adalah arena menjaga sebuah cerita agar tidak hilang ditelan waktu.

Yeremias adalah produk dari budaya Papua yang majemuk, lahir di Puskesmas Kaokanao, Mimika, pada Minggu, 13 Maret 1977, berdarah suku Waropen dari ayahnya alm. Yohanes Imbiri.

Waropen adalah salah satu suku pesisir utara Papua, yang terkenal dengan tradisi merantau-sementara ibunya Maria Saloma Iri, perempuan suku Kamoro/Mimika, asal Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika.

Ia tumbuh di tempat, di mana perubahan bergerak lebih cepat daripada kesiapan manusianya, Pendidikan dasar ditempuh di SD Inpres Uta II (1983–1989).

Berlanjut ditempat yang sama, SMP Negeri Mimika Barat, di Uta, Distrik Mimika Barat Tengah. Masa remaja dihabiskan di Kota Pala, Fakfak, sekarang masuk Provinsi Papua Barat.

Yeremias menamatkan SMA YPK Fakfak (1991–1994) sebelum akhirnya melabuhkan pencarian intelektual strata satu, di Jurusan Ekonomi Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Cenderawasih, Jayapura, hingga diwisuda 1998.

Perpaduan disiplin ilmu ekonomi, pemahaman budaya dan geografi Papua inilah yang kelak membentuk perspektif komunikasinya yang unik. Baginya, data statistik harus selalu berpihak pada manusia.

Jauh sebelum melangkah ke koridor lembaga pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia ini, lebih awal Yeremias ditempa sebagai journalist, pada 1997, saat Timika menjadi pusat tensi sosial dan migrasi ekonomi.

Yeremias Isak Imbiri. (foto:ist/koranpapua.id)

Yeremias muda, terjun menjadi wartawan haria Koran Cenderawasih Pos (Grup Jawa Pos) di Jayapura. Tiga tahun kemudian, bergabung dengan Koran Harian Radar Timika, hingga awal 2003.

Profesi itulah, kemudiaan memberinya pelajaran fundamental, yang tidak diajarkan di bangku kuliah yaitu kemampuan membaca konflik dan mendengar suara lamat-lamat, yang kerap terbaikan.

“Kalau di lapangan, bagi saya, manusia selalu lebih penting dari beritanya” ujarnya, kalimat itu menjadi etos kerja, yang dia bawa sampai sekarang.

Titik balik kariernya terjadi pada 19 Februari 2003, ketika Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) mulai berkiprah di Mimika, Yeremias dipanggil untuk menjabat Kepala Biro Humas & Komunikasi LPMAK.

Di masa-masa awal, ia tidak berjalan sendiri, ia mengaku ditempa pendahulunya, menerima tugas tambahan sebagai Sekretaris non-anggota Bamus (Badan Musyawarah) dan Badan Pengurus (BP) LPMAK (2003–2005).

Ketika awal-awal menerima tanggungjawab itu, ia mendapat bimbingan langsung dari Drs. Auguts Kafiar, MA, mantan Rektor Universitas Negeri Cenderawasih Jayapura, yang kala itu menjadi anggota Bamus LPMAK perwakilan PT Freeport Indonesia.

“Saya belajar banyak dari almarhum Bapak Auguts Kafiar, juga almarhum Bapak John Nakiaya, Sekretaris Eksekutif LPMAK periode 2003-2009, kedua almarhum inilah guru saya,” kenang Yeremias dengan nada hormat.

Di bawah tangan-nya, Humas tak sekadar menjadi corong, bersama almahrum John Nakiaya-pada 2005, Yeremias membidani lahir-nya “majalah internal” LPMAK, Buletin LAndAS.

Mengelola dan bertanggung jawab atas media ini, yang kemudian menjadi corong informasi LPMAK, bertahan hingga 2019, berakhir seiring dengan bubarnya LPMAK.

Di 2008, bersama mendiang John Nakiaya dan Thobias Maturbongs, Yeremias mengkonsepkan dan pendirian Sekolah Sepak Bola (SSB) Kaokanao.

Tidak saja sebagai pendiri tetapi sekaligus bertanggung jawab mengelolanya. Terobosan ini kemudian diresmikan oleh Penjabat Bupati Mimika Athanasius Allo Rafra, SH.

SSB ini telah menjadi ikon pada massanya, menjadi sekolah sepak bola pertama di Kabupaten Mimika.

Tokoh-tokoh sepak bola nasional diundang hadir dalam moment pembukaan di Kaokanao, seperti Rully Nere, Risdianto, Tinus Heipon, hingga alm. Fred Pessy Imbiri (kelak merangkap sebagai pelatih kepala).

Meski kelak SSB itu tutup, tapi, ia telah memantik api, memicu lahirnya SSB-SSB sejenis, yang kini menjamur di kota Timika.

Tak berhenti di lapangan hijau, pada 2009, Yeremias bergerak ke ranah frekuensi, bersama almarhum John Nakiaya, Drs.David Alex Siahanenia, MA dan Thobias Maturbongs.

Mereka merancang Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Publik Mimika (RPM) sekaligus bertanggungg jawab sebagai pengelola.

Tak main-main, Yeremias menyusun sendiri draf Peraturan Daerah (Perda) radio, bersama sahabat-sahabatnya, mengawal draf Perda hingga masuk di Komisi I dan Badan Legislasi DPRD Mimika.

Draf tersebut selanjutnya diserahkan sendiri kepada Subdinas Komunikasi dan informasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika kala itu serta Bagian Hukum Setda Mimika.

Draf itu akhirnya mendapatkan persetujuan melalui palu sidang paripurna DPRD Mimika dengan mengetuk sah Perda Nomor 10 Tahun 2012 tentang Lembaga Penyiaran Publik Lokal, Radio Publik Mimika.

Radio, terus mengudara hingga sekarang, bahkan kini diambil alih Pemerintah Kabupaten Mimika seperti termaktub pada Perda tersebut, kini radio itu, menjadi warisan abadi dari tangan dingin seorang komunikator.

Organisasi terus berubah, Agustus 2017, Yeremias digeser menjadi Kepala Biro HRD/SDM LPMAK. Tiga tahun kemudian, LPMAK dibubarkan, berganti nama menjadi YPMAK.

Yeremias tidak menonton perubahan itu. Ia bertindak sebagai pelaku, menjadi anggota “Tim #5″—Tim Pengkajian perubahan LPMAK menjadi YPMAK.

Pada tim ini, Yeremias bersama beberapa sahabatnya, Abraham Timang, Kristianus Ukago, Samuel Rorimpandey, Eus Berkasa yang dibantu Yanto Tumpia dan Petrus Pugiye sebagai administrator.

Tim ini merumuskan transformasi krusial LPMAK menjadi YPMAK sejak Agustus 2018 hingga 18 Desember 2019. YPMAK akhirnya resmi diakui secara hukum oleh Direktorat Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum RI.

Yeremias Isak Imbiri. (foto:ist/koranpapua.id)

Masa transisi 2020 adalah masa ketidakpastian, Januari hingga Maret 2020, Yeremias ditunjuk sebagai anggota Tim Caretaker LPMAK, menangani bidang hubungan Industrial dan perburuhan.

Ketika YPMAK resmi beroperasi penuh pada April 2020, ia dipercaya memegang mandat sebagai Kepala Divisi HRD/SDM hingga akhir 2024.

Di awal YPMAK, Yeremias bertugas membenahi sistem internal dan transparansi institusi baru tersebut.

Ia menyusun beberapa prosedur kepegawaian yang kemudian di pakai sampai sekarang, yang kemudiaan beberapa kali perbaikan.

Kini, roda nasib memutarnya kembali ke titik awal, akhir 2024, ia kembali ke posisi awal yang senapas dengan jiwanya Kepala Divisi Humas & Komunikasi YPMAK.

Tugasnya kini lebih kompleks, harus menjaga jembatan vital antara YPMAK dengan subyek utama program yaitu masyarakat adat suku Amungme dan suku Kamoro, juga Papua lain di Kabupaten Mimika.

Yeremias juga menjembatani hubungan dengan pemerintah Kabupaten Mimika dan donatur PT Freeport Indonesia, serta lembaga adat serta harus memastikan setiap keputusan program, dipahami oleh publik luas dengan jernih.

Lebih 22 tahun, berkiprah di lingkaran pengelolaan Dana Kemitraan PTFI-dari seorang journalist/wartawan, menjadi Kepala Biro Humas & Komunikasi LPMAK, Kepala Biro HRD/SDM LPMAK, Kepala Divisi HRD/SDM YPMAK.

Kini kembali menjadi Kepala Divisi Humas & Komunikasi YPMAK, Yeremias tetap mempertahankan profesi journalist dan terus mematangkan sosok Yeremias Isak Imbiri.

Dari Uta, Fakfak, Jayapura, kembali ke Timika, perjalanan Yeremias membentang seperti garis sejarah Papua modern, ada ketegangan dan negosiasi, namun selalu menyimpan harapan.

Di tengah hiruk-pikuk pemberdayaan masyarakat adat di Mimika, Yeremias tetap bekerja dalam hening.

Ia terus merangkai hubungan dan memastikan satu hal: suara masyarakat tidak boleh hilang. Yeremias adalah journalist yang menolak pensiun dari tugas utama, selalu terus menjaga jalan cerita. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Yeremias Imbiri: Sosok Inspiratif, dari Journalist Hingga Arsitek Komunikasi

Yeremias Imbiri: Sosok Inspiratif, dari Journalist Hingga Arsitek Komunikasi

15 Maret 2026
Percepat Penyaluran Dana Otsus Solusi Menekan Terjadinya SiLPA Daerah

Percepat Penyaluran Dana Otsus Solusi Menekan Terjadinya SiLPA Daerah

15 Maret 2026
Peristiwa Penembakan Beruntun, Kapolda Papua Tengah Minta Freeport Tambah Fasilitas CCTV

Peristiwa Penembakan Beruntun, Kapolda Papua Tengah Minta Freeport Tambah Fasilitas CCTV

15 Maret 2026
Dinkes Mimika dan Klinik Swasta Komitmen Layani Pemeriksaan Malaria Gratis, Kamaludin: Dinkes Siapkan RDT dan OAM

Dinkes Mimika dan Klinik Swasta Komitmen Layani Pemeriksaan Malaria Gratis, Kamaludin: Dinkes Siapkan RDT dan OAM

15 Maret 2026
Dukung Aktivitas Ibadah dan Mobilitas Mudik Lebaran, Pertamina Jamin Energi Aman di Papua-Maluku

Dukung Aktivitas Ibadah dan Mobilitas Mudik Lebaran, Pertamina Jamin Energi Aman di Papua-Maluku

14 Maret 2026
Program Belanja Kasih: Satgas Yonif 743/PSY Borong Hasil Kebun Mama-mama Papua

Program Belanja Kasih: Satgas Yonif 743/PSY Borong Hasil Kebun Mama-mama Papua

14 Maret 2026

POPULER

  • Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    734 shares
    Bagikan 294 Tweet 184
  • Lantik 282 Pejabat Pemkab Mimika, Johannes Rettob: Bukan Karena Suka atau Tidak Suka

    661 shares
    Bagikan 264 Tweet 165
  • THR ASN 2026: Pemkab Mimika Siapkan Rp20 Miliar Lebih, Pembayaran Tunggu Petunjuk Pusat

    659 shares
    Bagikan 264 Tweet 165
  • Ratusan Massa Turun ke Jalan: Blokade Bundaran Timika Indah, Desak Bupati Mimika Batalkan Pelantikan Pejabat

    594 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • Petugas Kebersihan Gelar Aksi Mogok Kerja, Ini Pernyataan Kadis DLH Mimika Jefri Deda

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Anton Alom Kritik Penunjukan Plt Sekwan Mimika “Ini Penghinaan Lembaga DPR”

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id