TIMIKA, Koranpapua.id– Hanya dalam kurun waktu satu bulan, terjadi dua kali aksi penembakan di wilayah kerja PT Freeport Indonesia (PTFI), Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Dalam dua kali aksi penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata yakni tanggal 11 Februari dan 11 Maret 2026, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa korban mengalami luka-luka.
Terkait dengan dua peristiwa itu, aparat keamanan TNI-Polri di Mimika kini memperketat pengamanan, sebagai langkah antisipasi kelompok bersenjata masuk ke Kota Timika.
AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Kapolres Mimika kepada awak media membenarkan bahwa saat ini terjadi eskalasi gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata di wilayah hukumnya.
Terkait itu, pihaknya melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) termasuk penebalan pasukan di sejumlah titik yang diprediksi sebagai jalan masuk kelompok bersenjata ke Kota Timika.
“Kita sudah mengantisipasi aksi gangguan kelompok bersenjata di dalam kota Timika, khususnya selama bulan puasa Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H,” ujar Kapolres Billyandha, Kamis 12 Maret 2026.
Menurutnya, langkah antisipasi itu juga sudah dikoordinasikan dengan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC)-2026.
“Kita antisipasi jangan sampai mereka masuk ke kota. Tetap kita analisis, penebalan-penebalan personel di titik rawan juga dilakukan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru








