TIMIKA, Koranpapua.id– Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui Program Kampung di pesisir Mimika.
Program Kampung merupakan bagian dari upaya YPMAK dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui skema pendampingan terstruktur, yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam berbagai kegiatan produktif di kampung.
Seperti yang dilakukan oleh Tim Divisi Ekonomi YPMAK di Kampung Aparuka, Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis 12 Maret 2026.
Di kampung itu, Tim Divisi Ekonomi YPMAK melaksanakan sosialisasi sekaligus pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Tahun Anggaran 2026.
Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Febri Sianipar, dalam kesempatan tersebut mengingatkan masyarakat terkait mekanisme pelaksanaan program kampung, termasuk masa kerja Pokja yang dimulai dari Maret hingga Oktober 2026.
Menurut Febri, program ini bertujuan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat melalui kegiatan ekonomi yang dapat membantu kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Jadi kegiatan yang dilakukan harus berkaitan dengan ekonomi sehingga dapat membantu kebutuhan dapur dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah masa kerja Pokja berakhir pada Oktober, karena itu pengurus diwajibkan segera menyusun dan menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sebelum akhir tahun 2026.
Selain itu, dalam pelaksanaan program, keterlibatan perempuan juga menjadi perhatian dengan porsi minimal 40 persen.
Untuk Tahun 2026, anggaran Program Kampung di wilayah pesisir tetap sebesar Rp300 juta, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Dana tersebut terdiri dari Rp240 juta untuk kegiatan program masyarakat dan Rp60 juta untuk biaya operasional.
Sementara itu, Kepala Kampung Aparuka, Yonas Kenaroke, mengatakan pemilihan pengurus Pokja harus dilakukan melalui kesepakatan bersama masyarakat.
“Siapa saja bisa dipilih, yang penting bisa bekerja untuk orang banyak. Kami memberikan waktu kepada masyarakat untuk berkoordinasi sebelum menentukan pengurus,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, masyarakat juga menyampaikan sejumlah usulan program untuk tahun 2026. Di antaranya pengadaan lima unit genset untuk lima RT serta pengembangan perkebunan pisang.
Salah satu warga Kampung Aparuka, Antonius Kenaroke, berharap pengurus Pokja yang baru dapat bekerja dengan baik dan melibatkan seluruh aparat kampung serta tokoh masyarakat dalam pelaksanaan program.
“Kami berharap pengurus yang baru bisa bekerja dengan baik dan melibatkan semua pihak agar program yang sudah dibicarakan bisa berjalan,” katanya.
Ketua Pokja Kampung Aparuka terpilih Tahun 2026, Polce Maupati, menyatakan siap menjalankan amanah masyarakat serta melaksanakan program yang telah disepakati bersama.
“Saya siap bekerja dan menjalankan program untuk masyarakat. Program yang sudah direncanakan akan kami jalankan dengan baik,” pungkasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim YPMAK yang terus hadir melihat kondisi masyarakat serta aktif berkoordinasi dengan warga Kampung Aparuka untuk mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Adapun susunan pengurus Pokja Kampung Aparuka periode 2026 yakni Ketua Polce Maupati, Sekretaris Lukas Ewata, Bendahara Kersensia Umaniyau, serta anggota Alousius Utuma dan Yulianus Ewata.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Dwi Iksan Kanang, Febri Sianipar, Julius Cenawatme.
Hadir juga Staf Admin Wakil Ketua Pengurus Perencanaan Program YPMAK, Johanes Isak Baransano, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat Kampung Aparuka. (Redaksi)







