ADVERTISEMENT
Minggu, Februari 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Budaya

Papua Dilirik 21 Investor Eropa untuk Berinvestasi Coklat

Kemendagri berkomitmen mendukung koordinasi dan sinergi lintas pemerintah daerah serta memperkuat peran Otonomi Khusus Papua melalui sektor ekonomi produktif.

22 Februari 2026
0
Papua Dilirik 21 Investor Eropa untuk Berinvestasi Coklat

Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian dan Kementerian Luar Negeri (foto:AI from Redaksi koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak 21 investor eropa berkeinginan untuk melakukan investasi tanaman coklat di Papua.

Hal ini disampaikan Billy Mambrasar, Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua dalam siaran persnya yang diterima koranpapua.id, Minggu 22 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

Billy menyampaikan, terkait program ini, pihaknya telah memfasilitasi pertemuan strategis yang mempertemukan 21 investor Eropa dengan pemerintah daerah dari tiga kabupaten penghasil kakao di Papua.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tiga kabupaten itu yaitu, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Manokwari Selatan.

Baca Juga

Korpasgat Gagalkan Upaya Penyelundupan Ganja 1,7 Kilogram di Bandara Sentani Jayapura

Dari 28 yang Diamankan di Yahukimo, Sembilan Diduga Terlibat Serangkaian Aksi Kekerasan

Pada pertemuan yang digelar di Hotel Shalva, Jakarta, Kamis pekan kemarin yang diinisiasi oleh Billy Mambrasar dan dilaksanakan bersama Kemendagri.

Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.

Sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi, rapat ini turut mengundang perwakilan dari tiga kedutaan besar, yakni Kedutaan Besar Inggris, Norwegia, dan Prancis.

Ketiga negara ini dikenal sebagai dengan tingkat konsumsi cokelat tertinggi di dunia. Kehadiran perwakilan negara-negara tersebut mencerminkan tingginya minat pasar Eropa terhadap kakao berkelanjutan asal Papua.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian dan Kementerian Luar Negeri.

Hadir juga Kementerian Perindustrian, Bappenas, Kementerian Perdagangan, serta BRIN, sebagai bentuk dukungan lintas sektor pemerintah pusat dalam mendorong penguatan ekonomi produktif Papua melalui komoditas unggulan.

Dalam keterangannya, Billy Mambrasar menegaskan bahwa penguatan sektor kakao Papua membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah pusat.

Termasuk langkah konkret yang mempertemukan langsung pemerintah daerah dengan pelaku industri.

“Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif adalah satu kesatuan dalam kebijakan Otonomi Khusus. Untuk Papua Produktif, dibutuhkan langkah nyata,” ujar Billy.

“Ini menjadi contoh bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta sangat memungkinkan terjadi dan mampu memberikan pertumbuhan ekonomi yang baik dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sumule Tumbo, Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan DPOD Kemendagri menegaskan komitmen Kemendagri dalam mendukung penguatan ekonomi daerah Papua melalui kerangka Otonomi Khusus.

Pemerintah pusat melalui Kemendagri berkomitmen mendukung koordinasi dan sinergi lintas pemerintah daerah serta memperkuat peran Otonomi Khusus Papua melalui sektor ekonomi produktif.

“Kakao merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki nilai tambah tinggi,” jelasnya.

Dari daerah, Wakil Bupati Kepulauan Yapen yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini.

Ia menekankan bahwa kakao telah lama menjadi bagian dari sejarah ekonomi Yapen, namun belum dikembangkan secara optimal dalam beberapa tahun terakhir.

Dari sisi investor, Fitrian Adriansyah, Impact Director ADM Capital, menilai bahwa potensi kakao di tiga kabupaten tersebut sangat besar dan layak dikembangkan dalam satu ekosistem terintegrasi.

“Kabupaten Kepulauan Yapen, Jayapura, dan Manokwari Selatan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai satu ekosistem kakao bersama. Bahkan sangat memungkinkan untuk dibangun sebagai trading hub,” ujar Fitrian.

“Ke depan perlu ditentukan fokus masing-masing kabupaten, apakah sebagai pemasok bahan baku, produk setengah jadi, atau produk siap pasar, agar rantai nilai kakao Papua bisa tumbuh secara optimal,” tambahnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Korpasgat Gagalkan Upaya Penyelundupan Ganja 1,7 Kilogram di Bandara Sentani Jayapura

Korpasgat Gagalkan Upaya Penyelundupan Ganja 1,7 Kilogram di Bandara Sentani Jayapura

22 Februari 2026
Dari 28 yang Diamankan di Yahukimo, Sembilan Diduga Terlibat Serangkaian Aksi Kekerasan

Dari 28 yang Diamankan di Yahukimo, Sembilan Diduga Terlibat Serangkaian Aksi Kekerasan

22 Februari 2026
Program SERAMBI 2026, BI Papua Siapkan Rp1,16 Triliun Uang Layak Edar selama Ramadhan 1447 Hijriah

Program SERAMBI 2026, BI Papua Siapkan Rp1,16 Triliun Uang Layak Edar selama Ramadhan 1447 Hijriah

22 Februari 2026
Papua Dilirik 21 Investor Eropa untuk Berinvestasi Coklat

Papua Dilirik 21 Investor Eropa untuk Berinvestasi Coklat

22 Februari 2026
Dua Orang Tewas dalam Penyerangan KKB di Nabire, Klaim Rampas Empat Pucuk Senjata

Dua Orang Tewas dalam Penyerangan KKB di Nabire, Klaim Rampas Empat Pucuk Senjata

22 Februari 2026
Peduli Kesehatan Warga Kapiraya, Polres Mimika Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Peduli Kesehatan Warga Kapiraya, Polres Mimika Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

22 Februari 2026

POPULER

  • Imbas Penembakan Pilot Smart Air, Satgas Korpasgat Pegang Kendali Operasional Bandara Korowai Batu

    Imbas Penembakan Pilot Smart Air, Satgas Korpasgat Pegang Kendali Operasional Bandara Korowai Batu

    687 shares
    Bagikan 275 Tweet 172
  • Rawan Penyerangan, Kemenhub Hentikan Operasional 11 Bandara di Papua Raya, Berikut Daftarnya

    621 shares
    Bagikan 248 Tweet 155
  • Gubernur Meki Nawipa Instruksikan Bupati Mimika, Deiyai dan Dogiyai Turun ke Kapiraya Selasa 24 Februari

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Jania Basir Mengundurkan Diri dari Jabatan Kadis Perhubungan Mimika, Bupati: Akan Ditunjuk Penggantinya

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Dugaan Penyimpangan Dana Hibah Rp28 Miliar di KPU Mimika Disorot, Kajari Masih Tahap Awal

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Rumahnya di SP 1 Timika

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Polisi Amankan Dua Perempuan Bersama 80 Liter Sopi di Pelabuhan Pomako Timika

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
Next Post
Program SERAMBI 2026, BI Papua Siapkan Rp1,16 Triliun Uang Layak Edar selama Ramadhan 1447 Hijriah

Program SERAMBI 2026, BI Papua Siapkan Rp1,16 Triliun Uang Layak Edar selama Ramadhan 1447 Hijriah

Dari 28 yang Diamankan di Yahukimo, Sembilan Diduga Terlibat Serangkaian Aksi Kekerasan

Dari 28 yang Diamankan di Yahukimo, Sembilan Diduga Terlibat Serangkaian Aksi Kekerasan

Korpasgat Gagalkan Upaya Penyelundupan Ganja 1,7 Kilogram di Bandara Sentani Jayapura

Korpasgat Gagalkan Upaya Penyelundupan Ganja 1,7 Kilogram di Bandara Sentani Jayapura

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id