ADVERTISEMENT
Rabu, Oktober 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

“Tidak ada murid yang bodoh, yang ada hanya murid yang belum bertemu dengan guru yang tepat dan metode pembelajaran yang benar”.

4 Februari 2026
0
Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

dr. Merlins Renatasia Waromi, Sp.MK (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Masyarakat Papua boleh berbangga. Kini satu lagi generasi tanah ini menunjukan kemampuan di bidang akademik.

Dengan keinginan yang tinggi dan minat yang tulus untuk mengabdikan diri bagi masyarakat, mendorong Merlins Renatasia Waromi, mampu menunjukan bahwa putra-putri Papua punya kemampuan yang sama dengan anak-anak Indonesia lainnya.

Berikut sedikit penuturan dr. Merlins Renatasia Waromi, Sp.MK setelah dinobatkan menjadi lulusan tercepat UGM untuk jenjang pendidikan dokter spesialis.

Wanita yang kini berusia 35 tahun asal Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua ini berhasil menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 3 tahun 2 bulan 16 hari.

Baca Juga

Pusat Operasi UMKM Mimika Mulai Dibangun, Emanuel: Jangan Berhenti di Peletakan Batu

Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

Ia diwisuda pada Program Pascasarjana Periode II 2025/2026, Rabu Januari 2026 lalu. Padahal masa studi rata-rata 118 lulusan spesialis adalah empat tahun.

Merlins mengaku bersyukur dinobatkan sebagai wisudawan lulusan tercepat untuk jenjang dokter spesialis.

Padahal ia sempat mengambil cuti melahirkan yang diambilnya selama tiga bulan.

“Sangat bersyukur sekali bisa menempuh pendidikan dengan waktu yang cukup singkat. Padahal itu sebelumnya saya waktu awal masuk itu sempat ada tidak mengikuti perkuliahan selama 3 bulan karena harus cuti melahirkan,” ujarnya Bahagia, Rabu 4 Februari 2026.

“Jadi, kemarin memang saya hitung-hitung kalau misalnya nggak melahirkan mungkin jadinya 2 tahun sekian aja,” jelasnya.

Sebagai lulusan dokter spesialis mikrobiologi ini, Merlins mengatakan dirinya menyelesaikan studi sarjana dan pendidikan profesi dokter di Universitas Cendrawasih, Jayapura.

Keputusannya memilih melanjutkan perkuliahan pendidikan dokter spesialis ke UGM karena menurutnya banyak orang Papua yang nyaman bahkan menganggap Yogyakarta menjadi rumah kedua mereka.

Asumsi itu dibuktikannya setelah sampai di Yogyakarta, menurut Merlins, warga Jogja sangatlah ramah dan menyambut warga pendatang.

“Yogyakarta itu bagi kami orang Papua itu seperti rumah kedua kami,” katanya.

Kesempatan dirinya melanjutkan pendidikan kedokteran spesialis tidak lepas dari hasil kerja sama yang dilakukan oleh UGM dengan mitra perguruan tinggi dan pemerintah daerah di Papua.

Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan UGM bagi Merlins telah membantunya untuk melanjutkan pendidikan di UGM melalui beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi Orang Asli Papua (OAP) yang menggunakan dana otonomi khusus (Otsus).

Beasiswa tersebut diutarakannya, membuka kesempatan lebar bagi para putra putri daerah untuk melanjutkan beberapa bidang spesialisasi.

“UGM ini salah satu universitas negeri yang menjalin banyak kerjasama atau MOU dengan daerah-daerah di provinsi Indonesia Timur,” ungkapnya.

“Sehingga itu menjadi peluang bagi kami untuk melanjutkan pendidikan di UGM. Kami disekolahkan dari pemerintah daerah berdasarkan MoU dengan UGM tersebut,” ceritanya.

Soal pilihannya menempuh dokter spesialis mikrobiologi karena kegemarannya melihat media-media pertumbuhan bakteri dan jamur.

Menurutnya, dengan warnanya yang bermacam-macam dan cantik-cantik jika dilihat secara kasat mata, itu lah yang menjadi pemicu awal dari rasa penasarannya terhadap bidang ini.

Selain itu, ia pun berpikir bahwa dalam dunia kedokteran, biasanya penyakit infeksi yang paling banyak ditemukan.

Bidang mikrobiologi sangat membantu untuk mendiagnosis penyakit yang diderita oleh pasien.

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban penyakit infeksi tertinggi di dunia, itulah alasan saya mengambil spesialis ini,” ujarnya.

Selama tiga tahun berkuliah di UGM, Merlins menceritakan bahwa ada beberapa tantangan yang dihadapinya terutama standar kualitas pendidikan yang berbeda dari kampusnya terdahulu.

Ia merasa bahwa standar perkuliahan yang ada di Indonesia bagian Timur masih memiliki ketimpangan yang jauh dengan apa yang ada di kampus UGM.

Oleh karena itu, ia harus banyak beradaptasi, entah dari segi kemajuan perkembangan teknologi, keilmuan ilmiah, dan sebagainya.

Untuk mengatasi keterbatasan dirinya dalam mencerna materi perkuliahan, Merlins harus mampu membuang jauh-jauh perasaan minder dan rasa tidak percaya.

Jika dirasa tidak mengerti akan materi pembelajaran di kelas, Merlins tidak segan-segan mencari sendiri referensi menggunakan fasilitas perpustakaan.

Ia pun tidak malu untuk bertanya kepada sesame rekan mahasiswa bahkan perawat, tenaga medis hingga dosen.

“Di sini untuk mengakali semuanya itu, saya itu orangnya mudah bergaul dan tidak malu untuk bertanya. Jadi dengan proses seperti itu saya bisa mendapatkan solusi-solusi dari kesulitan yang saya hadapi,” kenangnya.

Terkait penelitiannya, Merlins mengambil tentang profil dan pola kepekaan dari bakteri penyebab infeksi yang disebabkan oleh penggunaan kateter di rumah sakit.

Sebagai latar belakang dari risetnya ini, Merlin mengangkat kasus tentang Catheter-associated urinary tract infection (CAUTI), atau infeksi saluran kemih yang terjadi akibat penggunaan kateter urin menetap, terutama yang terpasang lebih dari 2 hari.

“Dari penelitian yang saya lakukan ternyata angka kejadian CAUTI di rumah sakit Sarjito itu cukup tinggi dan faktor-faktor resiko penyebabnya itu adalah penurunan tingkat kesadaran dan juga riwayat pembedahan yang terjadi pada pasien-pasien tersebut,” terangnya.

Soal tips keberhasilannya bisa menyelesaikan studi spesialis dalam waktu lebih cepat, Merlins sendiri mengaku bahwa ia selalu menyiapkan list target dan timeline atas tugas-tugasnya.

“Jika jenuh, saya akan mengambil jeda sejenak sebelum kembali fokus dengan tugasnya, dan jika tugasnya tidak berjalan sesuai timeline, maka saya akan mengejar ketertinggalan tersebut,” ungkapnya.

Terakhir, Merlins berpesan pada mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan spesialis dan subspesialis agar selalu membuang jauh-jauh rasa minder dan selalu disiplin dan percaya diri.

Bagi Merlins, tidak ada murid yang bodoh, yang ada hanya murid yang belum bertemu dengan guru yang tepat dan metode pembelajaran yang benar.

“Jangan pernah minder, namun kita harus lebih tekun lagi, agar bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada di tempat pendidikan kita,” pesannya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pusat Operasi UMKM Mimika Mulai Dibangun, Emanuel: Jangan Berhenti di Peletakan Batu

Pusat Operasi UMKM Mimika Mulai Dibangun, Emanuel: Jangan Berhenti di Peletakan Batu

7 Oktober 2026
Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

7 Oktober 2026
Festival UMKM Jadi Etalase Produk Lokal, Pemkab Mimika Dorong Produk Tembus Pasar Lebih Luas

Gebyar Sadar Pajak Mimika: Pemkab Tegaskan Pajak Bukan Sekadar Soal Hadiah

7 Oktober 2026
Pajak Mimika Baru Terealisasi 47,66 Persen, Pemkab Dorong Kepatuhan Tanpa Hadiah

Pajak Mimika Baru Terealisasi 47,66 Persen, Pemkab Dorong Kepatuhan Tanpa Hadiah

6 Oktober 2026
Perselisihan Pelajar Meledak Jadi Bentrok Warga di Mimika, 8 Orang Diamankan Polisi

Perselisihan Pelajar Meledak Jadi Bentrok Warga di Mimika, 8 Orang Diamankan Polisi

6 Oktober 2026
Karya Kamoro Bernilai Jutaan Rupiah, Thomas Dorong Festival Seni di Mimika Digelar Lebih Besar

Karya Kamoro Bernilai Jutaan Rupiah, Thomas Dorong Festival Seni di Mimika Digelar Lebih Besar

6 Oktober 2026

POPULER

  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    661 shares
    Bagikan 264 Tweet 165
  • Kasus Investasi Rp1,7 Miliar di Timika, Kuasa Hukum Desak Penyidik Segera Periksa Korban

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • Pemkab Mimika Tunjuk Pimpinan Sementara Dinkes dan BPBD

    570 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Dalam Honda Brio di Kuala Kencana

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Bantah Disebut Hoaks, Kepala BPBD Mimika Ungkap Fakta Air Hujan Berwarna Hitam

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Pemkab Mimika Segera Isi Sejumlah Jabatan Kosong, SK Pejabat Diserahkan

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
BPS Mimika: Inflasi Periode Januari 2026 Capai 3,97 Persen

BPS Mimika: Inflasi Periode Januari 2026 Capai 3,97 Persen

Prakiraan Cuaca untuk Provinsi Papua Satu Pekan Kedepan, Sebagian Besar Daerah Cerah

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Hari Ini, Papua Siaga Hujan Sangat Lebat

Kecuali Papua Selatan, Provinsi di Papua Raya Mengalami Deflasi di Bulan Januari 2026, Ini Penyebabnya

Kecuali Papua Selatan, Provinsi di Papua Raya Mengalami Deflasi di Bulan Januari 2026, Ini Penyebabnya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id