TIMIKA, Koranpapua.id– Sebanyak 13 Anak Buah Kapal (ABK) KM Putra Kuantan yang mengalami kecelakaan laut di perairan Mimika, Laut Arafura, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Saat ini seluruh korban berada di bawah penanganan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Timika.
Insiden tersebut terjadi pada Senin malam, 19 Januari 2026, ketika KM Putra Kuantan terbalik akibat cuaca buruk di perairan Mimika.
Dalam proses evakuasi, sebanyak 12 ABK lebih dahulu diselamatkan oleh KRI Banjarmasin 592.
Sementara satu ABK lainnya sempat terpisah dari rombongan dan baru ditemukan sekitar tiga jam kemudian oleh nelayan dari KM Mustika Bahari.
Letkol Laut (P) Bekti Sutiarso, Komandan Lanal Timika, menjelaskan seluruh korban saat ini dalam kondisi stabil setelah dilakukan pemeriksaan medis.
Selanjutnya, para ABK akan diserahkan kepada pihak pengurus kapal untuk menentukan langkah berikutnya.
“Korban akan kami serahkan kepada pengurus kapal. Apakah dipulangkan ke daerah asal masing-masing atau sementara berada di Timika sambil menunggu proses lanjutan terkait evakuasi kapal agar tidak membahayakan pelayaran,” ujar Bekti Sutiarso, Selasa 20 Januari 2026.
Daftar 13 ABK KM Putra Kuantan yang berhasil diselamatkan:
- Bashir (50) – Nakhoda
- Aldiansyah (30) – Kepala Kamar Mesin (KKM)
- Edison (45) – ABK
- Firmandus Seluhu (28) – ABK
- Surahman Sute – ABK
- Abdul Aziz (51) – ABK
- Andi Saputera (40) – ABK
- Suleman (41) – ABK
- Eko Saputera (29) – ABK
- Azbar (33) – ABK
- Riskoni (40) – ABK
- Sukardi (55) – ABK
- Suryadi – ABK (korban terakhir yang sempat terpisah).
Menanggapi kejadian ini, Danlanal Timika kembali mengimbau seluruh nelayan agar tidak memaksakan pelayaran menggunakan kapal kecil atau kapal kayu.
Pasalnya, kondisi cuaca di perairan Mimika saat ini masih tergolong ekstrem dan berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










