ADVERTISEMENT
Senin, Juni 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Mathea Mameyau Minta Pengurus Lemasa dan Lemasko Bersatu

Semua pengurus diminta duduk bersama dan berbicara secara jujur, sehingga tidak ada lagi dualisme kepengurusan

21 Mei 2023
0
Mathea Mameyau, Anggota DPRP Papua. (Foto: Ist/Koranpapua.id)

Mathea Mameyau, Anggota DPRP Papua. (Foto: Ist/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Masih adanya dualisme kepengurusan di Lembaga Musyarawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) dan Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) mendorong Mathea Mameyau, Anggota DPRP Provinsi Papua angkat bicara. Ia meminta agar semua pengurus pada dua lembaga adat untuk bersatu.

Semua pengurus diminta duduk bersama dan berbicara secara jujur, sehingga tidak ada lagi dualisme kepengurusan. Dengan adanya kesepakatan bersama, kepengurusan bisa terdaftar secara resmi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Mimika.

ADVERTISEMENT

Kepada Koranpapua.id melalui sambungan telepon, Minggu 21 Mei 2023, politisi PDIP asal Mimika Wee ini menyampaikan, permintaan untuk Bersatu setelah dirinya mengetahui adanya aksi penolakan hasil penetapan calon anggota MRP Papua Tengah yang sudah ditetapkan Tim Seleksi (Timsel).

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Saya mengimbau kepada semua saudara-saudara saya, baik di organisasi perempuan dan kedua lembaga adat, utusan kedua lembaga adat yang kali ini belum diakomodir kita harus bisa menerima keputusan yang diambil Pansel Papua Tengah,”

Keberadaan dua lembaga adat tidak boleh terjadi dualisme kepengurusan. Masing-masing kubu harus jujur menyelesaikan perbedaan-perbedaan untuk menjadi satu. Karena selain mengakhiri polemik calon anggota MRP Papua Tengah, kedua lembaga harus bekerja untuk mempersiapkan kader-kader terbaiknya untuk mengisi kursi DPRK utusan lembaga adat.

Baca Juga

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Enam Burung Kasturi Kepala Hitam

Peringati Hari Integrasi Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Jaga Kelancaran Perayaan di Dogiyai

Terkait penetapan calon anggota MRP Papua Tengah menurut Matea, sebaiknya tidak perlu diperdebatkan lagi, karena mereka sudah mulai bertugas Bulan Juni 2023.

“ Anggota MRP Papua Tengah lebih awal bekerja daripada DPRK dan DPRP yang diangkat melalui jalur khusus,”terang Mathea.

Kepada semua pihak yang masih berbeda pendapat, Mathea mengajak untuk bisa berdamai. Dengan kepala dingin dan hati yang jernih bisa menerima hasil yang telah ditetapkan Timsel yang selanjutnya disahkan Kementerian Dalam Negeri.

“Saya mengimbau kepada semua saudara-saudara saya, baik di organisasi perempuan dan kedua lembaga adat, utusan kedua lembaga adat yang kali ini belum diakomodir kita harus bisa menerima keputusan yang diambil Pansel Papua Tengah,” ajak Mathea.  (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Enam Burung Kasturi Kepala Hitam

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Enam Burung Kasturi Kepala Hitam

31 Mei 2026
Peringati Hari Integrasi Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Jaga Kelancaran Perayaan di Dogiyai

Peringati Hari Integrasi Papua, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Jaga Kelancaran Perayaan di Dogiyai

31 Mei 2026
11 Ekor Ular Sanca Hijau Papua Disita dari Sebuah Gudang di Bekasi

11 Ekor Ular Sanca Hijau Papua Disita dari Sebuah Gudang di Bekasi

31 Mei 2026
Freeport Indonesia Lepaskan 10.000 Bibit Baramundi dan 1.000 Kepiting Bakau di Pesisir Mimika

Freeport Indonesia Lepaskan 10.000 Bibit Baramundi dan 1.000 Kepiting Bakau di Pesisir Mimika

31 Mei 2026
Satgas ODC Ringkus ‘EK’ Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Berbagai Aksi Kriminalnya

Satgas ODC Ringkus ‘EK’ Anggota KKB Kodap VIII Intan Jaya, Ini Berbagai Aksi Kriminalnya

31 Mei 2026
Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

31 Mei 2026

POPULER

  • Tahun 2026 ASN Pemprov Papua Tengah Diingatkan Disiplin Waktu dan Tinggalkan Pola Kerja Berbelit-belit

    Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    765 shares
    Bagikan 306 Tweet 191
  • Dari Kampung ke Jawa, Tiga Taruna Papua Binaan YPMAK Kejar Mimpi di Bidang Kelautan

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • 42 Kepala Daerah di Papua akan Hadiri Deklarasi Eliminasi Tuberkulosis di Kota Sorong

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Ledakan Diduga Bom Terjadi di Biak, Lima Orang Tewas dan Tiga Lainnya Hilang

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Satu Korban Ledakan Granat di Gereja Santo Paulus Nabuni Meninggal Dunia di RSUD Mimika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Paulus Waterpauw Desak Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat Adat Lebih Aktif

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
  • Disdik Mimika Tekankan Pentingnya TK Sebelum SD, Terapkan Ketentuan Usia dan Fleksibilitas di Lapangan

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post

Maria Rettob Ingatkan Petugas Sensus Pertanian Harus Sampaikan Informasi yang Benar ke Masyarakat

Seleksi Raimuna Saka Dirgantara, Danlanud Timika Lantik 15 Bantara dan 7 Laksana

Surat Ijin Berakhir, Dinkes Mimika Tutup Operasional RS Cjandra Medika

Surat Ijin Berakhir, Dinkes Mimika Tutup Operasional RS Cjandra Medika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id