ADVERTISEMENT
Minggu, Mei 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Mathea Mameyau Minta Pengurus Lemasa dan Lemasko Bersatu

Semua pengurus diminta duduk bersama dan berbicara secara jujur, sehingga tidak ada lagi dualisme kepengurusan

21 Mei 2023
0
Mathea Mameyau, Anggota DPRP Papua. (Foto: Ist/Koranpapua.id)

Mathea Mameyau, Anggota DPRP Papua. (Foto: Ist/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Masih adanya dualisme kepengurusan di Lembaga Musyarawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) dan Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) mendorong Mathea Mameyau, Anggota DPRP Provinsi Papua angkat bicara. Ia meminta agar semua pengurus pada dua lembaga adat untuk bersatu.

Semua pengurus diminta duduk bersama dan berbicara secara jujur, sehingga tidak ada lagi dualisme kepengurusan. Dengan adanya kesepakatan bersama, kepengurusan bisa terdaftar secara resmi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Mimika.

ADVERTISEMENT

Kepada Koranpapua.id melalui sambungan telepon, Minggu 21 Mei 2023, politisi PDIP asal Mimika Wee ini menyampaikan, permintaan untuk Bersatu setelah dirinya mengetahui adanya aksi penolakan hasil penetapan calon anggota MRP Papua Tengah yang sudah ditetapkan Tim Seleksi (Timsel).

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Saya mengimbau kepada semua saudara-saudara saya, baik di organisasi perempuan dan kedua lembaga adat, utusan kedua lembaga adat yang kali ini belum diakomodir kita harus bisa menerima keputusan yang diambil Pansel Papua Tengah,”

Keberadaan dua lembaga adat tidak boleh terjadi dualisme kepengurusan. Masing-masing kubu harus jujur menyelesaikan perbedaan-perbedaan untuk menjadi satu. Karena selain mengakhiri polemik calon anggota MRP Papua Tengah, kedua lembaga harus bekerja untuk mempersiapkan kader-kader terbaiknya untuk mengisi kursi DPRK utusan lembaga adat.

Baca Juga

Pesta Babi, Papua, dan Paradoks Pembangunan Modern

Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

Terkait penetapan calon anggota MRP Papua Tengah menurut Matea, sebaiknya tidak perlu diperdebatkan lagi, karena mereka sudah mulai bertugas Bulan Juni 2023.

“ Anggota MRP Papua Tengah lebih awal bekerja daripada DPRK dan DPRP yang diangkat melalui jalur khusus,”terang Mathea.

Kepada semua pihak yang masih berbeda pendapat, Mathea mengajak untuk bisa berdamai. Dengan kepala dingin dan hati yang jernih bisa menerima hasil yang telah ditetapkan Timsel yang selanjutnya disahkan Kementerian Dalam Negeri.

“Saya mengimbau kepada semua saudara-saudara saya, baik di organisasi perempuan dan kedua lembaga adat, utusan kedua lembaga adat yang kali ini belum diakomodir kita harus bisa menerima keputusan yang diambil Pansel Papua Tengah,” ajak Mathea.  (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Pesta Babi, Papua, dan Paradoks Pembangunan Modern

Pesta Babi, Papua, dan Paradoks Pembangunan Modern

10 Mei 2026
Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

Anggota KKB Nopison Ditembak Mati, Ini Perjelasan Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini

10 Mei 2026
Pemberian yang Tulus Bapak Paulus untuk Satgas TMMD di Kekwa-Mimika

Pemberian yang Tulus Bapak Paulus untuk Satgas TMMD di Kekwa-Mimika

10 Mei 2026
Kabel Laut Pukpuk: Perkuat Kolaborasi Bilateral Indonesia- Papua Nugini

Kabel Laut Pukpuk: Perkuat Kolaborasi Bilateral Indonesia- Papua Nugini

10 Mei 2026
Dana Desa 133 Kampung di Mimika Belum Cair, Bakri Athoriq: Tunggu Pengukuhan Kepala Kampung

Dana Desa 133 Kampung di Mimika Belum Cair, Bakri Athoriq: Tunggu Pengukuhan Kepala Kampung

10 Mei 2026
Hingga Mei 2026: 11 WK Migas di Papua Tahap Produksi, Hasilkan 14 Ribu Barel Minyak per Hari

Hingga Mei 2026: 11 WK Migas di Papua Tahap Produksi, Hasilkan 14 Ribu Barel Minyak per Hari

10 Mei 2026

POPULER

  • Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    Bupati Johannes Rettob Teken SK Perpanjangan Jabatan 133 Kepala Kampung di Mimika

    870 shares
    Bagikan 348 Tweet 218
  • Panik Saat Belok, Pikap Angkut Puluhan Galon Terjun ke Parit di Timika

    664 shares
    Bagikan 266 Tweet 166
  • Belum Ada Hasil Evaluasi, 133 Kepala Kampung di Mimika Diminta Tetap Aktif Bekerja

    622 shares
    Bagikan 249 Tweet 156
  • Dari Rp46 Miliar, Hanya Tersisa Rp5 Miliar untuk Operasional Satpol PP Mimika

    591 shares
    Bagikan 236 Tweet 148
  • Dugaan Korupsi Proyek Lahan Perkebunan Rp22,5 Miliar, Kejari Mimika Periksa Delapan Saksi

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Jalan Poros Timika-Mapurujaya Kembali Memakan Korban, Seorang Wiraswasta Tewas di TKP

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pejabat BPKAD Terlibat: Komisi Yudisial Pantau Sidang Dugaan Korupsi Pengadaan ATK Rp4,1 Miliar

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post

Maria Rettob Ingatkan Petugas Sensus Pertanian Harus Sampaikan Informasi yang Benar ke Masyarakat

Seleksi Raimuna Saka Dirgantara, Danlanud Timika Lantik 15 Bantara dan 7 Laksana

Surat Ijin Berakhir, Dinkes Mimika Tutup Operasional RS Cjandra Medika

Surat Ijin Berakhir, Dinkes Mimika Tutup Operasional RS Cjandra Medika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id