TIMIKA, Koranpapua.id – Sebanyak 1.000 pelajar dari 10 sekolah di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akan mendapat edukasi keselamatan melalui program Safety Goes to School dalam rangkaian 8th Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) 2026.
Program yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober 2026 ini bertujuan mengenalkan pengetahuan dasar tentang keadaan darurat, risiko keselamatan, serta langkah yang tepat untuk merespons situasi berbahaya.
Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah dan mitra guru untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Pelajar, terutama tingkat SMP dan SMA, akan diperkenalkan pada dasar-dasar tanggap darurat dan pentingnya mengambil tindakan secara tepat ketika menghadapi insiden.
Selain mengikuti edukasi di sekolah, para pelajar juga direncanakan menyaksikan langsung kompetisi penyelamatan di Kuala Kencana.
Mereka dapat melihat bagaimana petugas tanggap darurat bekerja, berkoordinasi, menggunakan peralatan, dan mengambil keputusan dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.
Program ini melibatkan pelajar dari SMP YPJ Kuala Kencana, SMP Negeri 2 Timika, SMP Negeri 4 Mimika, SMA Negeri 1 Mimika, SMK Negeri 1 Timika Kuala Kencana.
Termasuk, SMA YPPK Tiga Raja, SMPIT Permata Papua, SMA Kristen Shining Stars, SMK Negeri 3 Kesehatan dan Sosial, serta Sekolah Asrama Taruna Papua.
Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap pelajar tidak hanya memahami keselamatan secara teori, tetapi juga mengenali penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.
IFRC 2026 berlangsung pada 21–31 Oktober 2026 dengan melibatkan 17 tim tanggap darurat perusahaan dari berbagai wilayah Indonesia.
Selain menjadi ajang menguji keterampilan personel penyelamat, kompetisi ini juga menjadi sarana berbagi pengetahuan dan meningkatkan kompetensi di sektor pertambangan dan energi.
Keterlibatan pelajar menjadi salah satu upaya memperluas manfaat kegiatan tersebut kepada masyarakat.
Pengetahuan keselamatan sejak dini diharapkan dapat membangun kesadaran terhadap risiko dan membentuk kebiasaan untuk bertindak tepat saat menghadapi keadaan darurat. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








