TIMIKA, Koranpapua.id – Memasuki usia ke-30, Kabupaten Mimika mencatat kemajuan pembangunan, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan, hingga inovasi pelayanan publik. Namun, sejumlah persoalan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong menyampaikan capaian tersebut seusai upacara HUT ke-30 Kabupaten Mimika di halaman Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (12/10/2026).
Rettob mengatakan, capaian pembangunan merupakan hasil kerja bersama pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak, sekaligus melanjutkan fondasi yang telah dibangun pemimpin sebelumnya.
Berdasarkan data BPS yang dipaparkan Bupati, IPM Mimika meningkat dari 74,48 pada 2021 menjadi 77,27 pada 2025. Sementara itu, persentase penduduk miskin turun dari 14,89 persen pada 2017 menjadi 13,70 persen pada 2025.
Pada 2025, pemerintah juga melaporkan 41 inovasi daerah untuk meningkatkan pelayanan publik. Program yang dikembangkan antara lain layanan administrasi kependudukan Lala Pokaka, layanan kesehatan gratis, dukungan makan bergizi bagi sekitar 5.000 siswa di 45 satuan pendidikan, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 10.000 warga.
Di bidang infrastruktur, pemerintah menargetkan perluasan akses listrik ke 10 kampung pada 2026. Dari 133 kampung dan 19 kelurahan di Mimika, listrik telah menjangkau 46 kampung berdasarkan paparan Bupati.
Meski mencatat sejumlah kemajuan, Rettob mengakui persoalan jalan rusak, drainase, banjir, sampah, air bersih, pelayanan kesehatan, dan kesempatan kerja masih membutuhkan perhatian serius.
Ia menegaskan, kondisi geografis Mimika yang luas dan beragam membutuhkan perencanaan, anggaran, serta kolaborasi berkelanjutan.
Pada usia ke-30, pemerintah berharap hasil pembangunan tidak hanya terlihat melalui angka dan penghargaan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat perkotaan hingga kampung-kampung terpencil.
Penulis : Rill Minggu
Editor : Marthen L L Moru







