TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus mendorong inovasi pelayanan publik agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau. Berbagai program dikembangkan untuk menjawab kebutuhan warga, mulai dari pengurusan dokumen kependudukan hingga akses kesehatan.
Komitmen tersebut menjadi salah satu poin yang disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob dalam peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin, 12 Oktober 2026.
Rettob menjelaskan, pemerintah daerah telah mengembangkan sejumlah inovasi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya adalah Lala Pokaka, yakni layanan yang memungkinkan warga memperoleh Kartu Keluarga melalui proses pelayanan yang berkaitan dengan kelahiran.
Di bidang kesehatan, pemerintah juga menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 10.000 warga. Layanan kesehatan lainnya turut diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk Orang Asli Papua (OAP).
Selain kesehatan, pemerintah mengembangkan inovasi untuk mendukung pengacara hasil pertanian dan perikanan, sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi warga.
Pada 2025, Kabupaten Mimika melaporkan 41 inovasi daerah. Pemerintah daerah juga menyebut sejumlah penghargaan yang diterima, termasuk penghargaan terkait inovasi pemerintahan dan upaya membangun kerukunan masyarakat.
Meski berbagai program telah berjalan, Rettob mengakui pelayanan publik masih perlu diperluas dan ditingkatkan. Jangkauan layanan, kesinambungan distribusi, serta pemerataan manfaat program menjadi tantangan yang harus dijawab pemerintah.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang diluncurkan. Hal terpenting adalah memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Memasuki usia ke-30, Pemkab Mimika berharap inovasi pelayanan publik dapat terus berkembang, sehingga warga semakin mudah mengakses layanan dasar dan mendapatkan pelayanan yang adil tanpa terkendala jarak maupun kondisi geografis.
Penulis: Ril Minggu
Editor:Gregorio Crisantus Putra Djoudi Moru









