MERAUKE, Koranpapua.id – Dua butir amunisi aktif ditemukan dalam tas seorang penumpang pesawat Lion Air rute Merauke–Jayapura saat pemeriksaan keamanan di Bandara Mopah, Merauke, Papua Selatan, Senin 12 Oktober 2026.
Amunisi tersebut ditemukan petugas Aviation Security (Avsec) bersama personel Satuan Tugas Pengamanan Penerbangan (Satgas Pasgat) Pos Merauke di titik pemeriksaan keamanan atau Security Check Point (SCP) 1 sekitar pukul 08.14 WIT.
Penemuan bermula ketika penumpang berinisial SM, Silvester Moro, warga Kampung Gimikya, Distrik Edera, Kabupaten Mappi, memasukkan barang bawaannya ke mesin pemindai X-ray.
Petugas mencurigai isi sebuah tas selempang kecil, kemudian melaporkannya kepada personel Satgas Pasgat yang bertugas di lokasi.
Pemeriksaan manual yang dilakukan bersama petugas menemukan dua butir amunisi aktif di dalam tas tersebut.
Kepada petugas, SM mengaku tidak mengetahui keberadaan amunisi itu. Ia menjelaskan, tas tersebut diambil begitu saja dari rumahnya di Bade sebelum melakukan perjalanan darat menuju Merauke.
Menurut keterangannya, amunisi tersebut kemungkinan merupakan peninggalan almarhum ayahnya yang dahulu digunakan untuk berburu. Ia juga mengaku tidak mengetahui adanya senjata api di rumah tersebut.
Komandan Pos Satgas Pasgat Pos Merauke, Serka Abdul Hanip, yang berada di lokasi bersama petugas intelijen Lanud J.A. Dimara, kemudian memberikan penjelasan mengenai risiko hukum membawa amunisi tanpa izin resmi.
Petugas juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat terdekat apabila menemukan senjata api atau amunisi peninggalan di rumah, sehingga dapat ditangani sesuai prosedur.
Dua butir amunisi tersebut selanjutnya diamankan oleh personel Satgas Pasgat, Praka Dio, untuk proses lebih lanjut.
Sementara itu, SM diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Jayapura bersama rombongannya untuk menghadiri Festival Budaya sebagai perwakilan Kabupaten Mappi. (Redaksi)







